Pelaku Usaha Pariwisata Solo Siapkan Paket Wisata Religi Masjid Sheikh Zayed

358

Soloevent.id – Para pelaku usaha bidang pariwisata di Solo mulai menyiapkan beragam paket wisata, terutama terkait dengan pembukaan Masjid Raya Sheikh Zayed. Paket ini dapat terdiri dari beragam variasi, baik dengan tujuan utama ke masjid yang sering disebut sebagai wisata religi atau dikombinasi dengan objek-objek wisata lain di Kota Solo.

Ketua DPC Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Solo, Pri Siswanto mengungkapkan, Masjid Raya Sheikh Zayed punya banyak sekali daya tarik yang dapat dieksplorasi oleh wisatawan. Misalnya mendatangkan iman-imam besar, menggelar acara-acara khusus, dan lainnya.

Semua ini sangat bagus dipromosikan dan dijadikan sebagai kegiatan wisata. Bahkan dapat pula melalui aktivitas-aktivitas lain yang dijalankan bersama pengurus masjid. Dalam hal ini ASITA siap mengombinasikan dengan sejumlah destinasi wisata lain di Kota Solo.

Menyesuaikan Dengan Objek Wisata Lain

Saat dijumpai Solopos dalam acara simulasi pembukaan Masjid Raya Sheikah Zayed Pri juga menjabarkan, penentuan paket wisatanya bisa disesuaikan dengan objek lain yang ingin dituju. Misalnya bagi yang non muslim, tetap dapat merasakan susana atau atmosfer masjid kemudian diteruskan ke Solo Safari.

Sehingga bisa dikatakan, pangsa pasar kegiatan wisata di Masjid Raya Sheikah Zayed itu sangat luas dengan bidikan semua golongan usia. Apalagi untuk wisata ke masjid, mampu menghadirkan spektrum alkuturasi budaya, religi, dan pendidikan bagi semua pelancong.

Dilengkapi Tour Guide

Secara lebih gamblang Pri menjelaskan pula, hal ini bisa menjadi daya tarik tersendiri. Namun selain itu dia memberi saran agar paket wisata religi dan pendidikan tersebut ditambahi dengan tour guide atau pemandu wisata. Terlebih mengingat bahwa Masjid Raya Sheikah Zayed tidak menyediakan kebutuhan ini.

Melalui pemandu lokal inilah setiap wisatawan bisa mendapat pengetahuan yang lebih lengkap terkait keberadaan tempat ibadah umat Islam tersebut. Setelah itu mereka jadi tertarik untuk singgah lebih lama.

Diakui, gagasan ini memang perlu waktu dan proses, terutama dalam rangka memberi edukasi pada pemandu lokal. Mereka harus mampu memandu wisatawan yang tertarik mempelajari budaya beserta cerita yang ada di masjid.

Secara terpisah Pengurus Masjid Raya Sheikah Zayed, Munajat ikut mengungkapkan, pihak masjid memang tidak memiliki pemandu khusus. Alasannya karena ini adalah bagian dari layanan yang diberikan oleh biro wisata. Selain itu jika yang menyediakan adalah penyelenggara kegiatan wisata justru lebih praktis dan efektif.

Melalui konsep semacam ini, wisatawan dapat tahu lebih dulu gambaran Masjid Raya Sheikah Zayed sebelum berkunjung. Sehingga ekspeltasi mereka bisa terbangun lebih dulu sebelum sampai di tujuan.

Himbauan Dari Gibran

Sebelumnya Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka sudah menyatakan jika Masjid Raya Sheikah Zayed siap dibuka untuk umum pada 28 Februari 2023. Selain itu dia mengeluarkan sebuah himbauan agar para pengunjung bersedia bersama-sama menjaga kebersihan masjid dan tidak menggelar tikar di taman.