Tuesday, October 27, 2026
HomeSeni dan BudayaMudik ke Kota Solo? Ada Opera Ramayana, Lho

Mudik ke Kota Solo? Ada Opera Ramayana, Lho

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Punya saudara atau teman yang mudik ke Solo? Mungkin bisa kamu ajak ke Bakdan Neng Sala: Nonton Opera Ramayana. Pertunjukan ini akan digelar selama tiga hari, 7-9 Juni 2019, di Benteng Vastenburg Solo mulai pukul 19.30 WIB.

Kali ini, Bakdan Neng Solo mengangkat lakon “Sinta Obong”. Pementasan berdurasi 1 jam 45 menit ini akan disuguhkan berbeda dari sendratari maupun opera pada umumnya. Konsep opera menitikberatkan pada gerak tari kekinian tanpa meninggalkan tradisi. Sementara musik juga dibuat sedemikian rupa sehingga nuansa opera yang megah dan agung dapat dirasakan penonton.

Pertunjukan ini melibatkan 150 seniman dari anak-anak hingga dewasa. Bertindak sebagai sutradara adalah Agung Kusumo Widagdo. “Pementasan ini ingin mengangkat pesan cinta kasih terhadap manusia dan lingkungan hidup. Inti ceritanya yaitu cinta butuh komitmen dan pengorbanan; itulah yang kadang menyebabkan kacau balau. Pementasan ini juga akan mengupas kesetiaan Sinta, Rahwana, dan Rama,” tuturnya dalam jumpa pers di Pendhapa Ageng Taman Budaya Jawa Tengah, Senin (27/5/2019).

Penulis naskah Opera Ramaya ST Wiyono menambahkan, karakter Sinta bakal dibuat lebih menarik. “Sinta di sini menyimbolkan kekuatan perempuan yang mempunyai integritas dan keteguhan hati,” terangnya.



Tentang desain panggung, tata panggung akan dibuat lebih artistik. Nantinya bakalan ada adegan bakar-bakaran yang dibuat lebih nyata. Konsep realis juga bakal ditampilkan dalam kostum.

Lakon “Sinta Obong” ini merupakan rangkaian dari beberapa peristiwa penting dalam keseluruhan lakon Ramayana. Dimulai dari “Anoman Duta”, “Rama Tambak”, “Anoman Obong”, hingga berlanjut ke “Kumbokarna Gugur” dan “Brubuh Ngalengka”.

Bakdan Neng Sala nonton Opera Ramayana telah terselenggara selama empat kali. Event ini merupakan agenda tahunan Kota Solo di tiap Lebaran. Empat lakon yang pernah dipentaskan adalah “Anoman Obong” (2015), “Sang Anoman” (2015), “Rama Tambak – Kumbokarno Gugur” (2017) dan “Goa Kiskendo” (2018).

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan digelarnya Opera Ramayana ini untuk memberikan hiburan kepada pemudik. “Serta mengajak dan memotivasi anak muda mencintai budaya,” jelasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pekan Se.Daya.Di.Surakarta 2026 Hadirkan 7 Program Lokakarya, Pertunjukan Kesenian Hingga Boga

Soloevent.id - Taman Balekambang menjadi ruang pertemuan pekan Se.Daya.Di.Surakarta pada tanggal 1-7 November 2026....

Solo Documentary Film Festival 2026, Hadirkan Ruang Perayaan Bagi Pembuat Film Dokumenter

Soloevent.id - Solo Documentary Festival kembali digelar pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026) di Hook Omah Sinten...

Nusantara Berwastra! Malam Penobatan Duta Budaya Indonesia 2026 di Balekambang Solo

Soloevent.id - Budaya adalah warisan sebuah bangsa tanpa budaya sebuah bangsa tak akan memiliki...

More like this

Pekan Se.Daya.Di.Surakarta 2026 Hadirkan 7 Program Lokakarya, Pertunjukan Kesenian Hingga Boga

Soloevent.id - Taman Balekambang menjadi ruang pertemuan pekan Se.Daya.Di.Surakarta pada tanggal 1-7 November 2026....

Solo Documentary Film Festival 2026, Hadirkan Ruang Perayaan Bagi Pembuat Film Dokumenter

Soloevent.id - Solo Documentary Festival kembali digelar pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026) di Hook Omah Sinten...

Nusantara Berwastra! Malam Penobatan Duta Budaya Indonesia 2026 di Balekambang Solo

Soloevent.id - Budaya adalah warisan sebuah bangsa tanpa budaya sebuah bangsa tak akan memiliki...