Wednesday, July 22, 2026
HomeBisnisKisah Sukses Seller Bukalapak Solo

Kisah Sukses Seller Bukalapak Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

KISAH SUKSES SELLER BUKALAPAK SOLO

Jual barang gak harus baru. Barang lama pun bisa jadi duit.

Itulah salah satu prinsip Rully, sang best seller dari Bukalapak wilayah Solo. Alumni Fisip UNS Jurusan Komunikasi Massa ini memiliki dua kios di Bukalapak yang ia namai KMR (Kios Mas Rully) dan Solo Butik (Bunda Atik).

Ia beralasan pemilihan nama KMR dan Solo Butik karena mudah saat pengunjung searching di Bukalapak. Rully menyampaikan nasihat pertamanya, “Temen-temen kalau mau mbikin nama yang baik sekalian. Nanti kalo sudah besar (namanya), kita juga yang seneng,” kata dia saat mengisi Talkshow Bukalapak di Aula Fisip UNS, Jumat (1/4/2016)

Awal kariernya, Rully adalah seorang karyawan di salah satu pabrik tekstil di Palur. Bakat design yang ia dapat selama kuliah, digunakan saat mencoba usaha dagang. Dalam talkshow nya, ia menceritakan kisah masa kecilnya saat diajarkan secara tak langsung oleh ayahnya untuk berdagang.

“Dulu ketika umur 3-4 tahun, saya ingin mainan layangan seperti teman-teman saya di lapangan. Ayah memberi saya 12 layangan secara langsung dengan syarat layangannya tidak boleh berkurang kalo bisa nambah. Ya sudah saya jual saja ke teman-teman saya. Jadi saya bisa terus mainan dan layangan saya malah nambah,” bebernya kepada 422 peserta talk show Bukalapak.

Pemilihan bisnis lewat online dinilai Rully sangat cerdas. Menurutnya, seller hanya butuh smartphone dan niat untuk memulai bisnis online. “Kalo offline, kadang lapangan tidak mendukung. Di Bukalapak sehari bisa lebih dari dua juta pengunjung. Dari situ kita bisa melihat selera pasar,”ungkap lelaki yang memiliki omset Rp400 juta – Rp500 juta perbulan ini.

Di KMR, Rully menjual barang bekas seperti fish eye, lensa dan semua kebutuhan fotografi. Sedangkan di Solo Butik, ia menjual aksesoris, mainan, mobil diescast, baju, gelang yang berharga tidak lebih dari Rp150.000.

“Saya jual barang bekas saja laku. Apalagi barang baru. Ini artinya semua barang punya segmentasi sendiri. Yang paling penting adalah kita harus memulai bisnis dengan hobi kita sendiri,” ulasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Surakusuma: Memaknai Bulan Sura Melalui Tiga Laku Waktu

Dalam menyambut Bulan Sura, Mangkunegaran menghadirkan Surakusuma, sebuah instalasi yang mengajak masyarakat memaknai pergantian...

Parade Kebaya Soeltan : Intip Keseruan Roadshow Herborist Bareng Fanny Soegi.

Soloevent.id - Acara Parade Kebaya Soeltan Singgah ke Solo digelar pada Minggu (5/7/2026) di...

Jamming Session Road to Intimate Concert Sandhy Sondoro di Canting Londo Kitchen – Hotel Zigna Kampung Batik

Soloevent.id - Zigna Kampung Batik Laweyan akan menggelar acara musik berkualitas dengan menghadirkan musisi...