Friday, October 16, 2026
HomeSeni dan BudayaCantiknya Bunga Tanjung Dalam Batik Motif Truntum

Cantiknya Bunga Tanjung Dalam Batik Motif Truntum

Published on

- Advertisement -spot_img

BATIK-TRUNTUM-SOLO-01

 

Soloevent.id – Truntum adalah salah satu motif batik khas Solo. Dalam versi buku KRT Kalinggo, truntum berasal dari kata tuntum yang bermakna kembalinya lagi kasih sayang atau cinta yang bersemi lagi. Sedangkan dalam buku Any Yudhoyono, truntum berasal dari kata tumruntun yang artinya berderet atau kesuburan.

 

Batik motif truntum berlatar hitam dan menggambarkan taburan bunga-bunga tanjung Jika dilihat sekilas menyerupai taburan bintang kecil.

 

Sepertinya Kanjeng Ratu Kencana atau Kanjeng Ratu Beruk (permaisuri Paku Buwono III, pencipta batik motif truntum) terinspirasi dari taburan bunga-bunga tanjung yang dulu bermekaran. Kini, bunga tanjung susah dijumpai di Kota Solo.

 

Sama seperti Parang, motif khas batik Solo ini termasuk yang klasik dan berbentuk barisan rapi dan diulang-ulang, bukan motif abstrak dan campuran. Sebenarnya, motif truntum atau parang bisa dikombinasikan dengan motif-motif batik klasik khas Solo lainnya. Misal truntum dan motif cakar, truntum dan Babon Angrem, truntum dan Ceplok, atau dengan motif simping.

 

Sama seperti motif klasik lainnya, truntum juga punya peran tersendiri dalam tradisi budaya Jawa, khususnya Solo. Motif batik truntum biasanya digunakan oleh orang tua pengantin  dalam prosesi mantu. Orang tua pengantian yang mengenakan motif ini akan terlihat anggun.

 

Namun, seiring waktu berjalan, batik motif truntum sering dipakai oleh masyarakat meski tidak sedang mantu. Toh bukan motif larangan, jadi bebas dipakai meski di dalam keraton sekalipun.

 

 

Penulis: Puitri Hatiningsih

Foto: YouTube

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

More like this

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...