Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaJadwal Hari Pertama SIPA 2017

Jadwal Hari Pertama SIPA 2017

Published on

- Advertisement -spot_img

SIPA-2017-01

 

Soloevent.idMulai Kamis (7/9/2017) ini, Solo International Performing Arts (SIPA) 2017 bakal digelar. Hajatan akbar yang menjadi kalender event Kota Solo ini diadakan di Benteng Vastenburg.

 

Rencananya, SIPA 2017 dibuka pada jam 19.00 WIB. Maskot tahun ini, Eko Supriyanto, bakal menyajikan karyanya yang berjudul “Upper” saat opening ceremony bersama kelompok tarinya, Ekos Dance Company. Di karya ini, mereka berkolaborasi bareng sanggar Semarak Candra Kirana.

 

Upacara pembukaan bakalan bertambah meriah dengan pesta kembang api. Wah, pastinya kamu enggak mau ketinggalan, dong?

 

Nah, untuk detilnya simak tulisan di bawah ini, ya, terkait siapa-siapa saja yang akan manggung di hari pertama SIPA 2017.

 

Azpirasi (Singapura)

Grup tari yang didirikan pada tahun 2000 ini punya misi untuk mengembangkan budaya Malay di tengah arus modernisasi. Kelompok yang anggotanya adalah anak-anak muda ini bakal menyuguhkan karya berjudul “Rumah”.

 

Gayagayo – Gayo Lues (Aceh)

Kepingin menyaksikan tari Saman dalam balutan modern? Gayo Lues bakalan menyajikannya di atas panggung SIPA 2017. Berjudul “Rhythm of Saman”, tari Saman yang terkenal dengan gerakan atraktifnya akan dibalut musik etnik progresif. Wah, sepertinya keren, nih!

 

Melanie Lane (Australia)

Dia adalah koreografer berdarah Jawa/Australia. “Tilted Fawn” adalah karya tarinya yang bakal dipentaskan di SIPA 2017. “Tilted Fawn” menampilkan dialog antara suara, ruang, dan gerakan. Menggunakan instalasi suara dari 12 rekaman audio, tarian ini menciptakan kesan melankolis sekaligus kaku.

 

Ekos Dance Company “Cry Jailolo”

Karya yang telah dipentaskan di berbagai negara ini merupakan masterpiece dari Eko Supriyanto. “Cry Jailolo” adalah perwujudan kekaguman Eko terhadap kekayaan alam bawah laut yang ada di Halmahera Barat. Tarian yang dibawakan oleh tujuh pemuda setempat ini mengungkapkan optimisme bahwa kehidupan di laut akan kembali berjalan normal.

 

Otniel Tasman (Banyumas)

Sebagai putra Banyumas, Otniel berusaha melestarikan tari tradisional di daerahnya, terutama Lengger. Di panggung SIPA 2017, Otniel bakalan membawakan karyanya berjudul “Lengger Laut” yang terinspirasi dari penari Lengger asal Banyumas, Dariah. Secara lahiriah dia adalah lelaki, tetapi Dariah meyakini bahwa dirinya adalah perempuan. Kerumitan hidup Dariah inilah yang dimunculkan Otniel dalam “Lengger Laut”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...