Saturday, April 11, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaCerita Dibalik Rasa Manis Pada Masakan Jawa

Cerita Dibalik Rasa Manis Pada Masakan Jawa

Published on

- Advertisement -spot_img

Gudeg

Soloevent.id – Banyaknya suplai gula di Jawa diduga menjadi alasan mengapa masakan jawa cenderung berasa manis. Tak dipungkiri, salah satu hal yang harus dilakukan rakyat Indonesia ketika dijajah Belanda adalah adanya perintah Cultuurstelsel (Tanam Paksa). Saat itu, tanam paksa diberlakukan untuk mengisi kas Belanda yang habis akibat perang melawan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa yang berlangsung selama lima tahun (1925-1830).

Petani di Indonesia, diwajibkan untuk menanam tanaman yang bernilai tinggi untuk diekspor, seperti tebu, teh, dan kopi. Di Jawa Barat, petani harus menanam teh. Sementara itu di Jawa Tengah dan Jawa Timur harus menanam tebu. Seratus pabrik gula berdiri di wilayah tersebut selama Cultuurstelsel. Banyak sawah sumber karbohidrat yang harus diganti menjadi ladang tebu. Rakyat pribumi kelaparan akibat minimnya pasokanan karbohidrat seperti beras. Air perasan tebu menjadi alternatif untuk dimasak.

Tanam paksa oleh Belanda dihapus pada 1870 dan bisnis gula beralih ke swasta Belanda, orang Tionghoa, dan raja-raja Jawa. Keraton memiliki kemakmuran dari pabrik gula yang dimilikinya. Pabrik gula Tasikmadu yang terletak di Kabupaten Karanganyar misalnya. Dulu sebelum dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX, pabrik gula Tasikmadu pernah dimiliki oleh Mangkunegaran.

Pada 1930 bisnis gula mulai meredup karena krisis ekonomi. Namun ternyata kemakmuran yang diperoleh dari bisnis gula telah merubah gaya hidup para priyayi keraton. Salah satunya dalam selera kuliner. Mereka kaum bagsawan telah terbiasa mengonsumsi makanan-makanan manis. Mudahnya pasokan gula di Jawa kala itu menjadikan rasa manis lebih dominan pada masakan-masakan jawa hingga sekarang ini.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...

More like this

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...