Thursday, October 1, 2026
HomeSeni dan BudayaIMF #12 Solo Resmi Dibuka! Dari Diplomasi Budaya Hingga Syahdunya Banda Neira

IMF #12 Solo Resmi Dibuka! Dari Diplomasi Budaya Hingga Syahdunya Banda Neira

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – International Mask Festival (IMF) 2025 kembali digelar di Pendhapi Gedhe Balaikota Solo, Jumat-Sabtu (14-15/11/2025) malam. Pembukaan pagelaran budaya topeng internasional yang memasuki tahun ke-12 ini, ditandai dengan pemukulan kenong yang dipimpin langsung Walikota SolobRespati Ardi didampingi Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Event, Kemenpar RI, Nova Arisne; Founder Interantional Mask Festival, Raden Ayu Irawati Kusumorasri dan Chief Executive IMF 2025, Putri Pramesti Wigaringtyas.

Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Event Kemenpar RI, Nova Arisne, menyampaikan bahwa IMF menjadi event yang membanggakan karena telah tiga kali berturut-turut masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN), program prioritas Kemenpar RI, yaitu pada tahun 2021, 2024 dan 2025. “Hal ini menunjukkan bahwa IMF memiliki daya tarik budaya yang kuat. IMF bukan sekadar ajang pertunjukan seni, melainkan ruang diplomasi budaya yang mempertemukan beragam ekspresi dan nilai kemanusiaan. Event ini berperan penting dalam pembangunan ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya ketika memberikan sambutan.

Hari pertama IMF 2025 dibuka dengan pertunjukan tari dari Semarak Candrakirana. Sanggar tari asal Solo tersebut menarikan tarian berjudul Janma Krodha. Tarian Janma Krodha menggambarkan sosok yang hidup berdampingan dengan empat elemen sifat dasar manusia sejak lahir, yakni Amarah (Anger), Aluamah (Desire), Supiyah (Passion) dan Mutmainah (Serenity).

Penampil kedua dari delegasi Korea Selatan yang menampilkan tarian SuyeoungYaRyu. Ini merupakan tarian topeng tradisional dari Korea Selatan. Lalu, penampilan dari Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur yang menampilkan tarian greget pincuk feat topeng putih. Tarian ini merupakan tarian tradisi dari Malang yang menampilkan kesenian topeng dan semangat anak-anak.

Penampilan selanjutnya dari Dance Workshop Myanmar (DWM) Company yang menampilkan tarian berjudul dance talk by Khin. Sementara delegasi Riau menampilkan tarian Rupa Siapa.

Acara semakin meriah ketika penampilan bintang tamu spesial yaitu Banda Neira. Grup musik dengan genre folk pop yang dibentuk oleh dua orang bernama Ananda Badudu dan Rara Sekar tersebut memeriahkan panggung International Mask Festival dengan lagu-lagu syahdunya seperti lagu Sampai Jadi Debu.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...