Saturday, September 26, 2026
HomeSeni dan BudayaMatah Ati, Sebuah Pertunjukan Seni Kolosal Yang Pernah Digelar di Kota Solo

Matah Ati, Sebuah Pertunjukan Seni Kolosal Yang Pernah Digelar di Kota Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Aktor dan aktris Nicholas Saputra bersama Happy Salma bertemu dengan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka. Ketiganya mengadakan pertemuan di balai kota untuk membahas rencana menggelar pertunjukan seni kolosal di Solo. Kendati waktu dan tempatnya belum ditentukan, namun dipastikan akan digelar pada tahun ini juga.

Bicara tentang pertunjukan kolosal khususnya yang berhubungan dengan dunia seni, sebenarnya bukan merupakan hal yang pertama bagi warga Solo. Beberapa tahun lalu persisnya pada 2012 pernah dilangsungkan suatu atraksi seni skala besar di lapangan Pamedanan Mangkunegaran.

Pertunjukan bertajuk Matah Ati tersebut berhasil tak hanya sukses memukau puluhan ribu penonton saja, namun juga menuai banyak pujian. Pertunjukan yang bisa berjalan dengan sangat tertib merupakan salah satu satu alasannya. Selain itu yang lebih utama lagi, latar belakang ceritanya punya kaitan langsung dengan Pura Mangkunegaran.

Alur Cerita

Diriwayatkan, pada abad pertengahan terjadi berbagai pergolakan di tanah Jawa dan satu di antaranya yaitu pemberontakan dan perlawanan dari masyarakat kepada VOC. Dalam peperangan ini muncul seorang pemuda pemberani bernama Raden Mas Said yang oleh penjajah Belanda sering disebut sebagai Pangeran Sambernyawa.

Dalam perjuangannya melawan penjajahan dan ketidakadilan di lingkungkan istana, Raden Mas Said kena panah asmara. Dia jatuh hati kepada seorang perempuan cantik dan pemberani.bernama Rubiah. Selanjutnya mereka menikah dan saling bekerjasama melawan bala tentara VOC.

Usai meraih kemenangan dalam peperangan selama sekitar 16 tahun, Raden Mas Said mendapat hak mendirikan sebuah kadipaten sendiri. Dia menggunakan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Mangkunegara I, sedangkan istrinya Rubiyah mendapat gelar Raden Ayu Kusuma Matah Ati.

Dari Mangkunegara I kemudian lahir generasi-generasi yang menjadi penerus dinasti Mangkunegaran. Di masa sekarang, sosok yang merupakan generasi penerus tersebut yaitu Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. Sejak diangkat sebagai raja baru dia memiliki gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Mangkunegara X, namun lebih akrab dengan panggilan Gusti Bhre.

Pertunjukan drama teatrikal ini terbagi jadi 8 babak dan terdiri dari 17 adegan dengan durasi 2 jam. Meski tergolong lama, tidak ada satu pun penonton yang merasa bosan dan meninggalkan tempat duduk sebelum berakhir. Apalagi atraksi ini penuh muatan budaya lokal dan memiliki nilai seni tinggi.

Menurut beberapa sumber, dalam tontonan ini ada dua area untuk penonton. Pertama merupakan area berbayar dengan harga tiket antara Rp250.000 hingga Rp750.000. Di tahun 2012, harga ini termasuk mahal namun semua ludes terjual. Menariknya, salah satu yang jadi penonton di kelas VIP adalah Nicholas Saputra.

Sebelum Solo, drama teatrikal kolosal Matah Ati telah ditampilkan di Gedung Teater Esplanade Singapura dan Taman Izmail Marzuki Jakarta. Melihat dua lokasi tersebut, bisa dibayangkan sendiri bagaimana indah dan menariknya tontonan tersebut.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...