Monday, February 16, 2026
spot_img
HomeBisnisMengulik Puasa Ramadan di Era Kolonial

Mengulik Puasa Ramadan di Era Kolonial

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Seperti apa, ya, puasa Ramadan di Tanah Air pada zaman kolonial? Sabtu (11/5/2019), dosen pengajar Program Sejarah IAIN Surakarta, Martina Safitry, M.A coba membedahnya dalam acara Ngabuburit di RBK yang diselenggarakan di Rumah Budaya Kratonan.

Martina menerangkan bahwa semasa Ramadan, siswa yang belajar di sekolah yang didirikan pemerintah Belanda mendapat libur selama 39 hari untuk menjalankan ibadah puasa.

Belanda sebenarnya memberi kebebasan menjalankan ibadah puasa Ramadan, tapi terbatas, di mana ada larangan untuk mengadakan salat Tarawih berjamaah. Itu terjadi sebelum 1929.

Belanda melarangnya karena menilai hal itu dapat memicu tindakan makar. Izin berpuasa oleh pemerintah Belanda juga didasari pada antisipasi gerilya massa yang dilakukan masyarakat  Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Sampai akhirnya Belanda memperbolehkan melakukan salat Tarawih bersama, tetapi lokasinya ditentukan.



Saat Idul Fitri, perayaannya pertama kali digelar di Masjid Agung Bandung pada tahun 1926. Perayaan Lebaran kala itu dihadiri oleh komunitas pedagang Arab dan Bumiputera. Tahun 1939, pemerintah Belanda kembali mengeluarkan izin menggelar salat Idul Fitri berjamaah di kantor Kabupaten Bandung.

Mengenai penetapan waktu Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, pemerintah Belanda tidak ikut campur dan menyerahkan semua kepada lembaga atau organisasi yang menaungi masyarakat Islam saat itu. Belanda hanya melakukan pengawasan saja.

“Dalam perayaan menyambut Ramadan, masyarakat era kolonial –  khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur – menggelar beragam acara yang masih kental dengan kultur Hindu Budha,” papar Martina

Acara Ngabuburit di RBK diadakan kelompok mahasiswa Program Sejarah  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta selama bulan Ramadan. Pembahasan Ramadan di era kolonial adalah kegiatan pertama dari total 10 acara yang ada. Ngabuburit di RBK digelar tanggal 11,14,16,18,21,23,25,28,30 Mei dan 1 Juni 2019.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kegiatan Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru Imlek di Mangkunegaran

Surakarta,   14 Februari 2026. Mangkunegaran bersama komunitas Tionghoa di Surakarta mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Mangkunegaran...

MMKSI dan SUN Motor Grup Resmikan Relokasi Dealer SUN Star Motor Kartasura, Fasilitas Lebih Lengkap dan Nyaman

Soloevent.id - PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) bersama SUN Motor Grup...

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

More like this

MMKSI dan SUN Motor Grup Resmikan Relokasi Dealer SUN Star Motor Kartasura, Fasilitas Lebih Lengkap dan Nyaman

Soloevent.id - PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) bersama SUN Motor Grup...

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...