Tuesday, October 20, 2026
HomeSeni dan BudayaMakna Lampion, Simbol Keberuntungan di Tahun Baru

Makna Lampion, Simbol Keberuntungan di Tahun Baru

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Tiap Imlek, kawasan Pecinan di Kota Solo dipercantik dengan lampion. Lampion-lampion itu dipasang mulai dari Jl. Jenderal Sudirman sampai kawasan Pasar Gede.

Lampion enggak bisa dilepaskan dari Imlek dan Cap Go Meh. Selain sebagai hiasan, lampion juga punya makna yang dalam. Tahukah kamu apa makna lampion?

Menurut kepercayaan warga Tionghoa, lampion berwarna merah merupakan simbol pengharapan, bahwa di tahun baru akan diberi keberuntungan, rezeki, dan kebahagiaan.

Sedangkan menurut legenda klasik Cina, cahaya lampion bisa mengusir kekuatan jahat yang digambarkan dalam makhluk raksasa bernama Nian. Makanya saat masa Imlek, banyak rumah dan tempat-tempat yang memasang lampion biar terhindar dari ancaman kejahatan.

Lampion diperkirakan ada sejak abad ketiga Masehi atau di era Dinasti Xi Han. Baru di Dinasti Ming-lah, lampion mulai digunakan dalam perayaan Tahun Baru Imlek.

Lampion, yang dalam bahasa Mandarin disebut dengan denglong, merupakan perpaduan dari seni lukis, hiasan gunting kertas, dan origami. Lampion dibikin dari kertas. Enggak hanya kertas sebenarnya, ada juga lampion yang dibuat dari kain.

Pada masa lalu, agar bisa menyala, bagian dalamnya diberi lilin. Namun, di era modern, sumber cahaya dihasilkan dari lampu led. Biasanya, bagian luar lampion diberi tulisan “fu” (kebahagiaan) dan “shuo” (panjang usia).



Seiring waktu, lampion enggak cuma berbentuk bulat, ada juga yang berwujud shio, dewa rezeki, dan lain-lain. Bahkan, saat perayaan Imlek di Kota Solo, pernah ada lampion berbentuk tokoh-tokoh pewayangan. Kata panitia, itu dilakukan sebagai simbol akulturasi dan keanekaragaman budaya di Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...