Monday, October 19, 2026
HomeMusikDari Amerika Serikat, Oplos Keroncong dengan Country

Dari Amerika Serikat, Oplos Keroncong dengan Country

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Keroncong tidak cuma dimainkan orang Indonesia, musisi dari Amerika Serikat pun ternyata bisa membawakannya. Itu dibuktikan oleh Rumput Band saat menjadi bintang tamu di Panggung Gesang, Rabu (18/7/2018).

Malam itu. penonton langsung menghadiahi tepukan tangan meriah saat Hannah Standiford (vokalis, cak) mengalunkan lirik pembuka “Caping Gunung”, “Ndek jaman berjuang….”

Setelah merampungkan “Caping Gunung” dengan khidmat, Hannah yang ditemani Andy McGrew  (selo), Kylie Dosier (cuk), John Priestley (gitar), Nat Quick (bas), Paul Wilson (violin), dan Danis Sugiyanto (violin) melanjutkan pementasan lewat “Pejuang Sejati”.

Di lagu ketiga, Andy mengenalkan tiga temannya. Mereka tidak memegang alat musik, melainkan melengkapi penampilan Rumput Band dengan pertunjukan crankies. “Ini adalah seni lukisan yang sudah sangat lama,” katanya saat menerangkan apa itu crankies.

Buat yang belum tahu, crankies masih ”bersaudara” dengan wayang beber dan wayang kulit. Cerita dibeber dari gulungan kertas. Untuk perpindahan adegan, si dalang memutar gulungan kertas menggunakan sebuah alat. Sama seperti wayang kulit, crankies juga menggunakan blencong – dalam bentuk modern – untuk menyorot lembaran kertas yang dibeber.

Didampingi crankies, Rumput Band menyanyikan lagu rakyat dari tanah kelahirannya, “John Henry”. Uniknya, sewaktu dimainkan di Indonesia, judul lagu diubah menjadi “Mas Joko”, sedangkan liriknya diganti bahasa Jawa.

Ada lagi keunikan lainnya. Musik “Mas Joko” merupakan percampuran antara country dengan keroncong. “Karena kami berasal dari Virginia, salah satu pusat musik country di Amerika,” ungkap Andy. Laki-laki yang bekerja sebagai dosen etnomusikologi di University of Richmond itu menjelaskan “Mas Joko” bercerita tentang seorang miskin yang menjadi pahlawan.

Keroncong adalah jenis musik yang fleksibel. Jika sebelumnya mengoplos keroncong dengan country, di lagu keempat, “Jack and the Beanstalk”, Hannah dkk. menggabungkan keroncong dengan music Appalachia, Masih ditemani pemain crankies, durasi lagu ini  lebih panjang dibanding lagu ketiga. Sedangkan di lagu kelima, “Lowland of Holland”, Rumput Band memasukkan irama musik khas Irlandia.



Namun sayang, penampilan Rumput Band di Panggung Gesang harus berakhir.  Sebagai penutup dipilihlah “Walang Kekek” yang dipopulerkan oleh maestro keroncong Indonesia, Waldjinah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...