Wednesday, September 2, 2026
HomeSeni dan BudayaCantiknya Bunga Tanjung Dalam Batik Motif Truntum

Cantiknya Bunga Tanjung Dalam Batik Motif Truntum

Published on

- Advertisement -spot_img

BATIK-TRUNTUM-SOLO-01

 

Soloevent.id – Truntum adalah salah satu motif batik khas Solo. Dalam versi buku KRT Kalinggo, truntum berasal dari kata tuntum yang bermakna kembalinya lagi kasih sayang atau cinta yang bersemi lagi. Sedangkan dalam buku Any Yudhoyono, truntum berasal dari kata tumruntun yang artinya berderet atau kesuburan.

 

Batik motif truntum berlatar hitam dan menggambarkan taburan bunga-bunga tanjung Jika dilihat sekilas menyerupai taburan bintang kecil.

 

Sepertinya Kanjeng Ratu Kencana atau Kanjeng Ratu Beruk (permaisuri Paku Buwono III, pencipta batik motif truntum) terinspirasi dari taburan bunga-bunga tanjung yang dulu bermekaran. Kini, bunga tanjung susah dijumpai di Kota Solo.

 

Sama seperti Parang, motif khas batik Solo ini termasuk yang klasik dan berbentuk barisan rapi dan diulang-ulang, bukan motif abstrak dan campuran. Sebenarnya, motif truntum atau parang bisa dikombinasikan dengan motif-motif batik klasik khas Solo lainnya. Misal truntum dan motif cakar, truntum dan Babon Angrem, truntum dan Ceplok, atau dengan motif simping.

 

Sama seperti motif klasik lainnya, truntum juga punya peran tersendiri dalam tradisi budaya Jawa, khususnya Solo. Motif batik truntum biasanya digunakan oleh orang tua pengantin  dalam prosesi mantu. Orang tua pengantian yang mengenakan motif ini akan terlihat anggun.

 

Namun, seiring waktu berjalan, batik motif truntum sering dipakai oleh masyarakat meski tidak sedang mantu. Toh bukan motif larangan, jadi bebas dipakai meski di dalam keraton sekalipun.

 

 

Penulis: Puitri Hatiningsih

Foto: YouTube

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...

Ketika Seni Turun ke Jalan : Pre-Event 2 SIPA 2026 Guncang Koridor Gatsu

Surakarta, 22 Agustus 2026 — Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026,...