Friday, September 4, 2026
HomeSeni dan BudayaMenenteramkan Indonesia Lewat Festival Gamelan Solo 2017

Menenteramkan Indonesia Lewat Festival Gamelan Solo 2017

Published on

- Advertisement -spot_img

 

Soloevent.id – Konon katanya bunyi gamelan bisa menentramkan jiwa, lho. Itulah yang mendasari dua seniman gamelan, Dwi Priyo Sumarto dan Lukas Danasmoro, dalam membikin karyanya yang ditampilkan di Festival Gamelan Solo 2017, Sabtu (6/5/2017), di Benteng Vastenburg.

Dua komposer tersebut merespon kondisi Indonesia yang lagi “panas” lewat lantunan nada-nada gamelan. Malam itu, Dwi mempersembahkan “Akulah Indonesia” sedangkan “Nyanyian Negeri” disajikan oleh Lukas.

Dwi Priyo Sumarto – yang tampil bareng 32 orang dari ISI Surakarta dan SMK N 8 Surakarta – manggung lebih dulu. Gamelan yang mereka mainkan telah  disatukan dengan alat-alat modern, seperti saksofon dan perkusi.

Sisi musikalnya juga melambangkan keberagaman di Indonesia. Dwi enggak hanya menampilkan nuansa Jawa Tengah, tapi juga nada-nada khas daerah pesisir. “Akulah Indonesia” dimainkan penuh semangat dan optimisme.

Di bagian tengah, Dwi berkolaborasi dengan seniman teater, Gigok Anurogo, yang membacakan puisi bertema nasionalisme. Di akhir penampilannya, para penabuh gamelan bersama-sama mengibarkan bendera Merah-Putih.

“Karya ini lahir dari kebanggan saya terhadap Indonesia. Namun, akhir-akhir ini saya merasa prihatin dengan kondisi negara kita. Lewat karya ini, saya ingin mengajak penonton untuk lebih mencintai Indonesia,” katanya sebelum tampil.

Senada dengan Dwi, Lukas Danasmoro juga berusaha mendinginkan kondisi Indonesia lewat gamelan. Bagian awal “Nyanyian Negeri” dimulai dengan tiupan lirih saksofon yang diiringi pukulan saron. Dwi bersama pengrawit dari alumni ISI Surakarta juga menggambarkan kebinekaan dengan menambahkan nada-nada khas Bali dan daerah lainnya.

Di Festival Gamelan Solo 2017, dua komposer tersebut enggak cuma membawakan dua judul di atas. Dwi juga memainkan “Sigrak Sanggit” dan “Manunggal”, sedangkan Lukas menyuguhkan karya lainnya yang berjudul “Sangsakala” dan “Indonesia Jaya”.

Selain dua komposer itu, Festival Gamelan Solo 2017 yang bertemakan “Gangsa Ngerukunke Bangsa” juga mementaskan lima kecamatan se-Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...

Ketika Seni Turun ke Jalan : Pre-Event 2 SIPA 2026 Guncang Koridor Gatsu

Surakarta, 22 Agustus 2026 — Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026,...