Sunday, July 26, 2026
HomeSeni dan BudayaMenenteramkan Indonesia Lewat Festival Gamelan Solo 2017

Menenteramkan Indonesia Lewat Festival Gamelan Solo 2017

Published on

- Advertisement -spot_img

 

Soloevent.id – Konon katanya bunyi gamelan bisa menentramkan jiwa, lho. Itulah yang mendasari dua seniman gamelan, Dwi Priyo Sumarto dan Lukas Danasmoro, dalam membikin karyanya yang ditampilkan di Festival Gamelan Solo 2017, Sabtu (6/5/2017), di Benteng Vastenburg.

Dua komposer tersebut merespon kondisi Indonesia yang lagi “panas” lewat lantunan nada-nada gamelan. Malam itu, Dwi mempersembahkan “Akulah Indonesia” sedangkan “Nyanyian Negeri” disajikan oleh Lukas.

Dwi Priyo Sumarto – yang tampil bareng 32 orang dari ISI Surakarta dan SMK N 8 Surakarta – manggung lebih dulu. Gamelan yang mereka mainkan telah  disatukan dengan alat-alat modern, seperti saksofon dan perkusi.

Sisi musikalnya juga melambangkan keberagaman di Indonesia. Dwi enggak hanya menampilkan nuansa Jawa Tengah, tapi juga nada-nada khas daerah pesisir. “Akulah Indonesia” dimainkan penuh semangat dan optimisme.

Di bagian tengah, Dwi berkolaborasi dengan seniman teater, Gigok Anurogo, yang membacakan puisi bertema nasionalisme. Di akhir penampilannya, para penabuh gamelan bersama-sama mengibarkan bendera Merah-Putih.

“Karya ini lahir dari kebanggan saya terhadap Indonesia. Namun, akhir-akhir ini saya merasa prihatin dengan kondisi negara kita. Lewat karya ini, saya ingin mengajak penonton untuk lebih mencintai Indonesia,” katanya sebelum tampil.

Senada dengan Dwi, Lukas Danasmoro juga berusaha mendinginkan kondisi Indonesia lewat gamelan. Bagian awal “Nyanyian Negeri” dimulai dengan tiupan lirih saksofon yang diiringi pukulan saron. Dwi bersama pengrawit dari alumni ISI Surakarta juga menggambarkan kebinekaan dengan menambahkan nada-nada khas Bali dan daerah lainnya.

Di Festival Gamelan Solo 2017, dua komposer tersebut enggak cuma membawakan dua judul di atas. Dwi juga memainkan “Sigrak Sanggit” dan “Manunggal”, sedangkan Lukas menyuguhkan karya lainnya yang berjudul “Sangsakala” dan “Indonesia Jaya”.

Selain dua komposer itu, Festival Gamelan Solo 2017 yang bertemakan “Gangsa Ngerukunke Bangsa” juga mementaskan lima kecamatan se-Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

Seniman dari 28 Negara Kumpul di Solo International Art Camp 2026!

Soloevent.id - Yayasan Jagoan Indonesia bersama The Asian Post (member of Infobank Media Group)...