Saturday, June 27, 2026
HomeSeni dan BudayaDari Panggung SIPA 2016 Suara Kemanusiaan Dikumandangkan

Dari Panggung SIPA 2016 Suara Kemanusiaan Dikumandangkan

Published on

- Advertisement -spot_img

edit

Soloevent.id – Solo International Performing Arts (SIPA) edisi sewindu resmi ditabuh pada Kamis (8/9/2016). Mengangkat tema “Maha Swara”, SIPA 2016 ingin menggelorakan suara kemanusiaan lewat seni pertunjukan – terutama yang berbasis musik.

Suara kemanusiaan sudah didengungkan sedari upacara pembukaan saat maskot SIPA 2016, Peni Candra Rini, berkolaborasi dengan Semarak Candra Kirana dan musisi-musisi luar negeri. Peni dengan lengkingan dan getaran vokalnya yang penuh semangat melantangkan syair “Maha Swara”.

Pentas pembukaan ini ibarat menjadi ajang persatuan budaya. Bagaimana tidak, beragam jenis instrumen dan warna musik dimainkan oleh orang-orang dari belahan dunia berbeda. Mereka dipersatukan dalam nama seni.

Bunyi gamelan yang dimainkan musisi-musisi dalam negeri berpadu-padan dengan tiupan flute Rodrigo Parejo (Spanyol), petikan mandolin Neil Chua & Ruanatworkz (Singapura), permainan gitar elektrik Philip Graulty (Amerika Serikat), dan pukulan perkusi serta harmonisasi vokal Blessing Chimanga (Zimbabwe).

Komposisi lintas budaya itu mengalun memenuhi Benteng Vastenburg, dan seakan memberi dorongan kepada penonton untuk terus menjunjung tinggi spirit perdamaian dan persahabatan antarmanusia dan lingkungan.

Dalam sambutannya, Direktur Solo International Performing Arts, Irawati Kusumorasri, mengatakan, melalui “Maha Swara” SIPA 2016 ingin mengajak masyarakat untuk selalu mendengar suara-suara kemanusiaan. “SIPA lahir atas keinginan besar untuk menjadikan energi kebudayaan sebagai energi kehidupan,” sambungnya.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo – diwakili oleh Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, mengutarakan, ditampungnya beragam seni pertunjukan dari berbagai dunia dalam panggung SIPA, menandakan SIPA menjadi simbol toleransi terhadap perbedaan. “Sikap toleransi dan saling apresiasi budaya antarbangsa sangat dibutuhkan untuk menghilangkan sekat-sekat perbedaan agar terwujud keharmonisan dan kedamaian dunia,” terangnya.

Seusai upacara pembukaan, enam penampil lain – Park Na Hoon Dance Company, Maya Hasan, Kua Etnika, Manipuri Dance, Park Na Hoon, dan Dewa Budjana – turut menghiasi hari pertama SIPA 2016 melalui karya-karyanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Atraksi Komunitas Solo Roller Blade, BMX dan Skateboard Meriahkan HUT Solo Car Free Day ke-16

Soloevent.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Solo Car Free Day Solo Digelar Secara Meriah...

Gaya Hidup Sehat Modern : Intip Serunya Solo Wellness Tourism Expo 2026

Soloevent.id - Program studi D3 Pariwisata di Universitas Sebelas Maret (UNS) atau dikenal sebagai...

TEDxUNS 5.0 angkat Falsafah Jawa “Mulat Sarira” sebagai Salah Satu Temanya

TEDxUNS (Technology, Entertainment, Design x Universitas Sebelas Maret) 5.0 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 13...

More like this

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...