Tuesday, October 20, 2026
HomeSeni dan BudayaDari Panggung SIPA 2016 Suara Kemanusiaan Dikumandangkan

Dari Panggung SIPA 2016 Suara Kemanusiaan Dikumandangkan

Published on

- Advertisement -spot_img

edit

Soloevent.id – Solo International Performing Arts (SIPA) edisi sewindu resmi ditabuh pada Kamis (8/9/2016). Mengangkat tema “Maha Swara”, SIPA 2016 ingin menggelorakan suara kemanusiaan lewat seni pertunjukan – terutama yang berbasis musik.

Suara kemanusiaan sudah didengungkan sedari upacara pembukaan saat maskot SIPA 2016, Peni Candra Rini, berkolaborasi dengan Semarak Candra Kirana dan musisi-musisi luar negeri. Peni dengan lengkingan dan getaran vokalnya yang penuh semangat melantangkan syair “Maha Swara”.

Pentas pembukaan ini ibarat menjadi ajang persatuan budaya. Bagaimana tidak, beragam jenis instrumen dan warna musik dimainkan oleh orang-orang dari belahan dunia berbeda. Mereka dipersatukan dalam nama seni.

Bunyi gamelan yang dimainkan musisi-musisi dalam negeri berpadu-padan dengan tiupan flute Rodrigo Parejo (Spanyol), petikan mandolin Neil Chua & Ruanatworkz (Singapura), permainan gitar elektrik Philip Graulty (Amerika Serikat), dan pukulan perkusi serta harmonisasi vokal Blessing Chimanga (Zimbabwe).

Komposisi lintas budaya itu mengalun memenuhi Benteng Vastenburg, dan seakan memberi dorongan kepada penonton untuk terus menjunjung tinggi spirit perdamaian dan persahabatan antarmanusia dan lingkungan.

Dalam sambutannya, Direktur Solo International Performing Arts, Irawati Kusumorasri, mengatakan, melalui “Maha Swara” SIPA 2016 ingin mengajak masyarakat untuk selalu mendengar suara-suara kemanusiaan. “SIPA lahir atas keinginan besar untuk menjadikan energi kebudayaan sebagai energi kehidupan,” sambungnya.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo – diwakili oleh Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, mengutarakan, ditampungnya beragam seni pertunjukan dari berbagai dunia dalam panggung SIPA, menandakan SIPA menjadi simbol toleransi terhadap perbedaan. “Sikap toleransi dan saling apresiasi budaya antarbangsa sangat dibutuhkan untuk menghilangkan sekat-sekat perbedaan agar terwujud keharmonisan dan kedamaian dunia,” terangnya.

Seusai upacara pembukaan, enam penampil lain – Park Na Hoon Dance Company, Maya Hasan, Kua Etnika, Manipuri Dance, Park Na Hoon, dan Dewa Budjana – turut menghiasi hari pertama SIPA 2016 melalui karya-karyanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...