Monday, October 19, 2026
HomeSeni dan BudayaFestival Angklung Terselip Misi Perilaku Hidup Normal

Festival Angklung Terselip Misi Perilaku Hidup Normal

Published on

- Advertisement -spot_img

FESTIVAL ANGKLUNG TERSELIP MISI PERILAKU HIDUP NORMAL

Soloevent.id – Serangkaian acara digelar untuk rayakan Lustrum 8 Dies Natalis UNS. Salah satunya Festival Angklung yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran UNS di Car Free Day (13/2). Memainkan 300 angkulung, para keluarga dan alumni fakultas kedokteran UNS kompak semarakkan  “Bunyikan Angklungmu Getarkan Jiwa Nasionalisme.”

Dalam rangkaian bakti sosial (baksos) kesehatan yang diadakan oleh Fak.Kedokteran UNS, terselip satu acara, Festival Angklung. Selain memainkan angklung, terdapat aksi donor darah dan senam sehat bersama. Beberapa kegiatan sosial ini didasari atas keprihatinan para alumnus terkait maraknya penyakit yang menyerang generasi muda, HIV AIDS. Penyakit yang disebabkan oleh penggunaan narkoba dan berperilaku menyimpang ini telah menjadi masalah utama yang harus diberantas bersama-sama.

Wakil dekan III sekaligus Bag. Pengabdian UNS Lustrum, dr.Paramasari Dirgahayu mengungkapkan bahwa banyaknya sarana sosial yang mendukung ataupun mencetuskan LGBT akan semakin menghancurkan generasi muda. Untuk itu, Alumnus Fak.Kedokteran UNS, bersatu untuk menyampaikan misi Anti-LGBT.

“Sekarang ini gak imbang. Orang malah lebih penasaran tentang LGBT. Bukan perilaku hidup normal. Kita ingin LGBT tidak usah diteriakkan lagi tapi teriakkan perilaku hidup normal. Makanya kita disini ingin menyuarakan perilaku hidup normal itu seperti apa,” tuturnya.

Angklung dianggap sebagai sarana media yang cocok untuk sosialisasi ke masyarakat. Cara bermainnya yang mudah, mampu menarik masyarakat untuk bermain bersama. Dengan kebersamaan itulah para dokter mengajak masyarakat untuk  bersama-sama berperilaku hidup normal.

“Para dokter akan membawakan tema seperti ini ke daerah masing-masing untuk serempak mengajak masyarakat. Percuma menghasilkan SDM yang produktif tapi masyarakat gak diajak bersama. Kita menyatukan misi Anti-LGBT, tingkatkan nasionalisme dan perilaku hubungan normal, tekan radikalisme,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...