Monday, September 28, 2026
HomeSeni dan BudayaRed Batik Pilih Kain Jumputan Klasik Di Solo Karnaval 2016

Red Batik Pilih Kain Jumputan Klasik Di Solo Karnaval 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

RED BATIK PILIH KAIN JUMPUTAN KLASIK DI SOLO KARNAVAL 2016

Tembang “Prau Layar” mengalun dari Jl. Slamet Riyadi, Solo. Lagu ciptaan Ki Narto Sabdo itu dimainkan di Solo Karnaval 2016, Minggu (21/2/2016) menggunakan alat musik calung dan sejumlah perkusi. Solo Karnaval adalah acara tahunan yang digelar untuk menyemarakkan hari jadi Kota Solo. 50-an personel Red Batik Solo Community berlenggak-lenggok mengikuti irama tembang tersebut.

Red Batik Solo Community adalah salah satu dari 28 kelompok yang turut menyemarakkan gelaran Solo Karnaval 2016. Sepanjang Loji Gandrung hingga Jl. Jenderal Sudirman, para peserta menampilkan street performance. Penonton yang memadati area karnaval tak hanya dihibur dengan tarian jalanan. Mereka juga disuguhi eksplorasi kostum yang terbuat dari kain batik.

Mengangkat tema “Batik is My Life”, Solo Karnaval ingin menghadirkan nuansa karnaval yang beda dari karnaval-karnaval lainnya. Di edisi ini, peserta diwajibkan menggabungkan kreasi kain batik dengan atraksi jalanan.

Pimpinan Produksi Solo Karnaval 2016, Fafa Utami, menyebutkan, diangkatnya batik sebagai ikon di event ini bukan jadi kelatahan ataupun hal klise. “Ini telah didasari pada riset, bahwa batik sangat berpengaruh ke seni pertunjukan,” ungkapnya. Fafa menambahkan, motif kain batik yang dipakai, disesuaikan dengan konsep pertunjukan masing-masing kelompok.

Beragamnya kain batik yang dikenakan para peserta Solo Karnaval, lanjut Fafa, dimungkinkan jadi sarana edukasi bagi masyarakat. “Motif batik yang ditampilkan di event ini berasal dari seluruh Indonesia. Ada lasem, jumputan, Pekalongan, dan lainnya,” jelas dia.

Direktur Artistik Red Batik Solo Community, Bambang Besur, menjelaskan, di Solo Karnval 2016, komunitasnya memakai kain batik jumputan klasik. Warnanya yang cerah jadi alasan pemilihannya. “Untuk menunjang konsep artistik, kami mengombinasikan kain batik jumputan dengan kutu baru dan kebaya,” urainya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...