Monday, October 19, 2026
HomeSeni dan BudayaDari Malang Hanya Untuk Solo Batik Carnival

Dari Malang Hanya Untuk Solo Batik Carnival

Published on

- Advertisement -spot_img

solo-batik-carnival

Wisma Batari adalah sebuah gedung bernuansa elegant dengan persewaan sebagai fungsi utamanya. Gedung ini terletak di jalan selamet riyadi Kota Solo. (22/06) petang, jalan depan gedung tersebut menawarkan fenomena tak seperti biasanya. Panggung berukuran sedang, berdiri kokoh beriringan kursi-kursi tamu. Depan gedung Batari berubah menjadi panggung pertunjukkan sebuah band musik dengan irama penyindenan. Tak luput dari acara utama yang terjadi di sepanjang selamet riyadi, yakni Solo Batik Carnival gedung ini dipadati masyarakat yang antusias menyambut parade costum bertema batik yang satu ini.

Tak sekedar masyarakat Solo, seorang mahasiswa asal Brawijaya Malang, Dinda sebut saja namanya demikian. Gadis ini rela datang jauh-jauh dari Jawa Timur hanya untuk menyaksikan Solo Batik Carnival. “Kalo di Malang, ada sih acara kayak gini. Tapi sepi penonton dan acaranya seharusnya 1 minggu ini hanya 1 hari. Kurang menarik lah, jadi membosankan gitu” Ujar mahasiswa semester 6 ini. “pokoknya harus balik lagi ke Solo” katanya dengan ekspresi senang. Tak di sangka, dengan adanya Solo Batik Carnival ini solo mampu menarik orang-orang luar Kota.

Dengan panggung berisi gamelan, gendang, terompet, dan lainnya 2 sinden cantik yang mengenakan seragam panitia bernyanyi merdu memutar lyric lagu “Semua Orang Suka Batik Semua Orang Suka Solo”. Hal ini dibenarkan dengan kedatangan Dinda ke solo, hanya untuk melihat Karnaval Batik Solo ke tujuh ini. Tamu-Tamu undangan dari berbagai instansi yang datang disuguhkan kursi bernuansa putih juga meramaikan tempat ini. Masyrakat berbondong-bondong mengabadikan event yang hanya keluar 1 tahun sekali. SBC (Solo Batik Carnival) menyuguhkan berbagai jenis batik berbeda, seperti batik buketan, batik ceplokan, batik lurik dan lainnya.

Di depan gedung Batari juga terlihat sponsor utama yang membagikan teh gratis pada para penonton yang menginginkannya. Semua orang seperti semut yang sedang mengerubungi gula bertebaran. Bahkan beberapa masyarakat rela melewati garis batas atau naik di kaki pagar hanya untuk memotret sang model.

Sungguh fenomenal Solo Batik Carnival ini, so nantikan SBC yang ke 8 di tahun depan yaaa sobat event!

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...