Wednesday, May 27, 2026
HomeSeni dan BudayaSejarah Peringatan Hari Jadi Kota Solo

Sejarah Peringatan Hari Jadi Kota Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

PASAR-GEDE

Soloevent.id – Sering kali muncul pertanyaan, terutama dari mereka yang bukan warga Solo, “Apa beda Solo dan Surakarta?”. Warga Solo sendiri pun banyak yang tidak tahu jawabannya. Padahal kedua nama itu berhubungan erat dengan hari jadi Kota Solo.

Sejarah Kota Solo bermula tatkala Keraton Kartosuro mengalami kehancuran akibat serbuan pemberontak Kerajaan Mataram. Akhirnya Pakubuwana II menunjuk beberapa orang untuk mencari tempat yang akan digunakan sebagai pusat pemerintahan kerajaan yang baru. Pada mulanya, ada tiga tempat usulan, yaitu : Desa Kadipala, Desa Sala dan Desa Sana Sewu.

Pakubuwana pun memilih Sala sebagai lokasi pindahnya pusat pemerintahan. Ia pun menamainya Surakarta Hadiningrat. Dan pada 17 Februari 1745 pusat pemerintahan Kerajaan Mataram dipindahkan ke Surakarta. Perpindahan ini pun dirayakan dengan kirab besar-besaran dan diperingati sebagai hari jadi Kota Solo.

Di Desa Sala itulah mulai dibangun peradaban baru. Disebut Desa Sala karena di desa tersebut terdapat seorang tokoh masyarakat yang arif dan bijaksana bernama Kyai Sala. Selain itu desa tersebut juga dipenuhi dengan pohon Sala atau pohon Tom atau Nila, namun ada juga yang menyebutnya sejenis pohon Pinus.

Perubahan dari nama Sala menjadi Solo terjadi karena ada kesalahan pelafalan dari orang-orang Belanda yang kala itu masih menguasai wilayah Indonesia. Akhirnya, karena saking seringnya dilafalkan sebagai Solo, maka nama itu menjadi kian melekat di telinga orang-orang.

Di tahun 2017, rangkaian peringatan ulang tahun Kota Solo sudah dilakukan sejak awal Februari yaitu penyelenggaraan Solo Great Sale, kemudian ada juga pre-event festival jenang yang jatuh pada 12 Februari lalu. Sementara puncak acara akan berlangsung pada Jumat 17 Februari 2017 dalam bentuk upacara di Stadion Sriwedari dan dilanjutkan dengan Festival Jenang di Koridor Ngarsopuro.

Festival ini akan menyajikan banyak sekali sajian jenang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk diantaranya 17 jenis jenang yang menjadi pelengkap sesaji perpindahan pemerintahan pada 272 tahun silam.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Bank Indonesia Solo Gelar ADIKARYA FEST 2026: Perkuat Sistem Digitalisasi dan UMKM di Solo Raya

Soloevent.id - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo kembali menggelar acara ADIKARYA FEST 2026 pada...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

More like this

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...