Keindahan Candi Prambanan Sembuhkan Yanni

56

Soloevent.id – Bagi Yanni, Candi Prambanan bukan sekadar bangunan biasa. Selain keindahan dan sejarahnya, Candi yang dibangun tahun 850 Masehi itu ternyata sangat berarti bagi komposer kelahiran Yunani itu.

Sabtu (6/7/2019), di tengah sepoi-sepoi angin malam, Yanni bercerita tentang momen tergelap saat masa penyembuhan. Tahun lalu, musisi 6 4 tahun itu mengalami kecelakaan. Kejadian tersebut menyebabkan beberapa konsernya batal, termasuk di Indonesia.

“Delapan bulan lalu saya sebenarnya tampil di sini [Candi Prambanan], tapi tidak jadi karena saya mengalami kesakitan yang serius. Satu yang mengubah saya adalah sebuah foto yang dikirimkan fans di depan Candi Prambanan. Saat itu saya sedang berada di momen tergelap dalam masa penyembuhan. Foto itulah yang membuat saya kuat. Mereka tahu saya akan baik-baik saja. Dan itulah yang menjadi permulaan bagi saya [untuk sembuh],” tutur Yanni di balik grand pianonya di panggung Special Show Prambanan Jazz Festival 2019.

Sebelum memainkan “Until the Last Moment”, Yanni kembali memuji Candi Prambanan dengan “…powerful, healing beautiful place.” “Until the Last Moment” kemudian mengalun. Diawali dengan dengan dentingan piano Yanni yang cocok menjadi refleksi diri, kemudian disambung dengan lengkingan dan sayatan biola yang dimainkan Samvel Yerviyan asal Albania.



Ya, Prambanan mungkin akan menjadi tempat yang tak akan pernah dilupa bagi Yanni. Prambanan-lah yang membuatnya masih tersenyum lebar sambil memainkan kibor maupun synthesizer-nya di atas panggung. Pun dengan penggemarnya. Karena di Candi Prambanan-lah, pertemuan perdana itu terwujud.

(Foto: official documentation Prambanan Jazz Festival 2019)