Efek Rumah Kaca Tutup dan Buka Panggung di Solo

1171

Soloevent.id – Solo sepertinya bakal selalu dikenang di ingatan Efek Rumah Kaca (ERK). Pertama, panggung terakhir mereka di 2019 berada di Solo, begitu juga panggung perdana di 2020. Kedua, sepanjang karir band, ini adalah kali pertama Cholil Mahmud dkk. main di malam tahun baru.

Itu semua terjadi saat ERK menjadi bintang tamu Konser Desember yang diadakan The Sunan Hotel Solo, Selasa (31/12/2019).

Satu jam sepuluh menit jelang tutup tahun, Efek Rumah Kaca mulai memainkan musiknya. Di sesi pertama, mereka membawakan lagu-lagunya secara medley. Dibuka dengan koor, “Dari kegelisahan dipadatkan dengan cinta….”, “Cipta Bisa Dipasarkan” dinyanyikan tanpa instrumen, hanya menggunakan harmonisasi vokal. Meski secuil, tapi khidmat. Tak seberapa lama, band mulai mengalunkan “Jalang” dan “Pasar Bisa Diciptakan”.

Potongan demi potongan disuarakan, kebanyakan berasal dari album Sinestesia. Sesampainya di “Di Udara”, vokal Natasha Abigail dan Irma Hidayana bersahut-sahutan dan terasa meneror. Sejurus kemudian kepalan tangan mulai terangkat ke udara, menemani Cholil melantangkan penghormatan untuk Munir, “Tapi aku tak pernah mati, tak akan berhenti.

Di menit-menit akhir, ERK menyuarakan “Keberagamaan”, “Keberagaman”, dan “Leleng” secara urut. Dalam Sinestesia, ketiganya disatukan menjadi judul “Kuning”. Lalu, repertoar itu ditutup dengan “Desember” versi Pandai Besi ­– proyek sampingan Efek Rumah Kaca.

“Capek, ya?” sapa Cholil kepada penonton sesudah merampungkan medley selama 30-an menit itu.

Di sesi kedua, ERK tak lagi memainkan sedikit-sedikit lagu-lagunya. Dimulai dari “Jatuh Cinta Itu Biasa Saja”, disusul “Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa”, “Seperti Rahim Ibu”, dan single teranyar “Tiba-Tiba Batu”.

Malam itu, ERK tidak terlalu banyak bercakap dengan penggemarnya. “Ini pertama kali kami main di tahun baru,” kata Cholil. Sesudahnya, intro “Sebelah Mata” berkumandang dan langsung disambut tepukan tangan meriah.

Detik-detik pergantian tahun tiba. Setelah rehat sejenak, mereka naik panggung lagi untuk merayakan datangnya 2020. Masih dalam euforia tahun baru, ERK langsung mengajak penonton jingkrak-jingkrak bersama “Balerina” dan “Lagu Cinta Melulu”. “Ini lagu dari panggung perdana kami di 2020,” ujar Cholil sebelum membawakan “Balerina”.

Setelah “Lagu Kesepian” dan “Laki-Laki Pemalu” (versi Pandai Besi), lagu yang agaknya paling dinanti penggemar akhirnya dimainkan. Apalagi kalau bukan “Desember”? “Semoga kita bisa mengawali 2020 dengan penuh semangat. Walau sudah beganti bulan, tapi kami akan menutup konser ini dengan ‘Desember’,” tutur sang vokalis.



Namun, penggemar belum menginginkan konser berakhir. Sebagai jawaban dari permintaan “we want more” yang diteriakkan penonton, para personel kembali ke posisi semula untuk membawakan dua lagu pamungkas, “Di Udara” dan “Mosi Tidak Percaya”.