DOWNHILL DI MALL ALA HARTONO MALL

0
59

08-Urban-Downmall-Hartono-Mall

Jika pada Minggu, 23 Juni 2014 kemarin Anda berkunjung ke Hartono Mall dan melihat ada banyak sepeda yang diparkir di lobby depannya; jika Anda menduga pihak Hartono Mall menyelenggarakan fun bike, maka Anda salah. Karena pada kenyataannya itu lebih ekstrim daripada fun bike.

Siang itu, Hartono Mall bekerjasama dengan Indonesian Downhill menggelar event bertajuk Urban Downmall, sebuah acara yang mencoba membawa konsep downhill  ke dalam mall. “Sebenarnya ini adalah acara yang mencoba mengajak para peminat olahraga bersepeda,” tutur Parama Nugroho, ketua panitia event tersebut, sekaligus salah satu pengampu Indonesian Downhill. Dia menambahkan, “Dari situ kami melihat bahwa perkembangan downmall di dunia sangat bagus. Artinya bisa menarik peserta-peserta baru, minimal mereka mencoba dulu di mall seperti apa, terus nanti bisa mencoba di gunung. Awalnya dari situ, jadi kami mencoba merangkul yang belum kenal downhill untuk merasakan nantinya downhill itu seperti apa. Prinsipnya sama, turun dari atas, dari rooftop, turun sampai lantai dasar.”

Acara yang berlangsung pada 21-22 Juni 2014 itu berhasil menyulap rooftop, parkiran mobil, tangga darurat, hingga eskalator Hartono Mall menjadi race track. Adanya border line menjadi petunjuk bagi peserta ke mana arah yang akan dituju. Selain itu border line juga menjadi pembatas antara track, peserta, dan pengunjung; sehingga pengunjung tetap bisa menikmati suasana mall tanpa terganggu adanya event itu.

Sesuai penuturan Parama, jumlah peserta yang mengikuti Urban Downmall sebanyak 185 peserta. Mereka berasal dari berbagai tim downhill di beberapa wilayah. “Kebanyakan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, beberapa dari Jakarta,” jelas Parama terkait domisili peserta. Peserta-peserta tersebut terbagi ke dalam sepuluh kategori, antara Men Elite (19 tahun ke atas), Men Open (19-29 tahun), Junior (16-18 tahun), Women Open (16 tahun ke atas), Master Expert (30 tahun ke atas), Master A (30-34 tahun), Master B (35-39 tahun), Master C (40-44 tahun), Master D (45 tahun ke atas), Hardtail Open (19-29 tahun).

Selain downmall, event tersebut juga dimeriahkan dengan BMX contest serta Photo contest (Instagram dan DSLR). Di kali kedua penyelenggaraan di tempat yang sama, Urban Downmall mendapat respon positif dari pengunjung serta pihak mall sendiri. “Kalau dari pihak Hartono Mall selama dua kali penyelenggaraan di sini cukup bagus animo pengunjungnya. Dari pihak mall sendiri berterimakasih karena jumlah pengunjungnya melonjak. Dari beberapa tenant di mall, mereka berterimakasih karena kungjungannya meningkat,” jelas Parama.

Ketika ditanya kenapa tidak memilih mall lain, Parama menjelaskan bahwa tidak mudah membuat lomba semacam itu di mall. Karena tidak semua pemilik mall memahami bagaimana lomba tersebut. Pemilik mall beralasan bahwa keselamatan pengunjung merupakan prioritas utama. Maka dari itu, ketika penyelenggaraan kemarin, dari pihak panitia selalu menghimbau pengunjung untuk menjaga jarak dan tetap berdiri. “Kami menghimbau penonton supaya jangan duduk, karena kalau duduk itu ‘kan jadi kurang sigap. Jadi nonton boleh, tapi tetap berdiri. Jadi kalau ada apa-apa, mereka bisa menyelamatkan diri. Biasanya sih karena sepeda (peserta) terpelanting,” ujar Parama.

Selain pengunjung, panitia juga mengutamakan safety peserta. Salah satunya adalah mengingatkan para fotografer untuk tidak menggunakan blitz ketika memotret karena dapat mengganggu pandangan peserta. Siang itu, seorang guard sempat menegur seorang fotografer yang menggunakan blitz, “Maaf, Pak, jangan menggunakan blitz,” hardik guard tersebut. Panitia pun  kadang menambahkan lakban untuk merekatkan spon di beberapa tikungan tajam, supaya peserta bisa kontrol dalam pengereman dan agar tidak terjadi sliding.

Setelah berbagi pengalaman ekstrim dengan pengunjung Hartono Mall Solo, Urban Downmall akan menyambangi beberapa kota untuk berbagi keekstriman lainnya. Parama menjelaskan, “Kemungkinan di Solo yang pertama, yang kedua nanti Surabaya, ketiganya Malang. Mungkin Semarang juga.”

Untuk para warga dan pecinta downhill di kota-kota tadi, siapkah Anda untuk mencoba pengalaman ekstrim di dalam mall?

GALLERY

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here