Album Kompilasi 2500 Kalori Vol. 2 Diluncurkan Saat Hari Musik Nasional

271

Soloevent.id – Di Hari Musik Nasional, Sabtu (9/3/2019) mendatang, Yayasan Kampung Halaman akan meluncurkan album kompilasi 2500 Kalori Vol. 2 di Lokananta, Solo. Album tersebut bakal menampilkan 14 karya musik dari musisi-musisi lintas genre.

Nama-nama yang terlibat dalam 2500 Kalori Vol. 2 antara lain Sisir Tanah (“Lagu Harapan”), Rubah di Selatan (“Water”), Agoni (“Sesaji untuk Raja Dewa Kapital”), Mengayun Kayu (“Kisah”), Summerchild (“Intisari”), dan banyak lagi.  “Masing-masing band membuat lagu berdasarkan pengalaman keseharian mereka tentang serba-serbi makan dan pangan,” tulis Yayasan Kampung Halaman dalam rilisnya.

Rubah di Selatan menyambut baik keterlibatan mereka di album 2500 Kalori Vol. 2. Bagi band asal Yogyakarta itu, album kompilasi ini diibaratkan menjadi ruang belajar baru. Ini adalah keterlibatan pertama mereka dalam sebuah album kompilasi.

Saat acara peluncuran, bakalan ada penampilan dari beberapa band yang terlibat dalam 2500 Kalori Vol. 2, di antaranya Sisir Tanah, Agoni, Noemi, Terasering. Sebelum konser, diawali dulu dengan diskusi “Cerita di Balik Lagu” bersama Aton Rustandi (etnomusikolog), Soni Triantoro (Warning Magz), dan bertindak sebagai moderator adalah Iwan Pribadi. Acara bakal dimulai jam 13.00 WIB.

Lewat album ini, Yayasan Kampung Halaman berharap agar karya-karya di dalamnya tidak sekadar mengingatkan hitungan kalori, tetapi juga memasuki relung hati dan menjadi pengalaman personal bagi setiap pendengarnya.

“Kami harap remaja dan anak muda sedikitnya dapat dua manfaat, menikmati musiknya sekaligus berpikir kritis,” kata Yusuf Safary dari Yayasan Kampung Halaman tentang konser, album, dan acara dikusi 2500 Kalori.

Mungkin kamu bertanya-tanya, apa maksud dari 2500 kalori? Ternyata itu adalah angka kecukupan energi rata-rata harian yang dianjurkan untuk remaja laki-laki dan perempuan usia 15-24 tahun.

Fakta tersebut akhirnya dijadikan nama album kompilasi yang memuat 29 karya musik dari 29 musisi. Yang dibicarakan dalam album ini yaitu pangan dan remaja, pola konsumsi, keberagaman selera dan cara makan, sejarah kuliner Indonesia, ragam bahan pangan, serta pertanian yang adil dan berkelanjutan.



Proses kolaborasi album 2500 Kalori dimulai dari tahun 2016. Album ini dibagi menjadi dua volume. Edisi perdana telah dikeluarkan pada 2017 lalu.