Latihan Baru Empat Kali, Pokoke Muni

945

Soloevent.id – Solo Gamelan Festival (SGF) 2019 usai digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/8/2019). Pergelaran kali ini mengusung tema “Gamelan Tampil di Rumahnya Sendiri”.

Hari pertama SGF 2019 menampilkan lima kelompok yang mewakili lima kecamatan di Kota Solo. Mereka dilatih oleh komposer gamelan handal, seperti Lumbini Trihasto, Darno Kartawi, Dedek Wahyudi, Gunarto Gondrong, dan Blacius Subono.

Di hari kedua, pementasan dibuka oleh Darno Kartawi yang membawakan karya bertema “Kesetianku”. Tema tersebut dipilih sebagai ungkapan rasa cinta terhadap gamelan. Menurutnya keharmonisan bunyi gamelan dimaknai sebagai indahnya toleransi, tenggang rasa, dan saling memuliakan kelebihan satu sama lain dalam sebuah keberagaman. Saat tampil, Darno Kartawi mengajak 28 musisi dari komunitas Pagentra (Pandemen Gending Tradisi).

Solo Festival Gamelan tahun ini ada kejutan, yakni tampilnya grup karawitan yang berisi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Grup ini dipimpin oleh Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo.  Mengenakan busana beskap dan kebaya, grup tersebut memainkan tiga gending, yaitu “Gangsaran”, “Monggang”, dan “3 WMP (Wasis, Waras, Wareg, Mapan dan Papan)”.



Mereka memainkan gending gamelan dengan lancar. “Mohon maaf jika belum sempurna mainnya karena latihannya baru empat kali,” ujar Wali Kota sebelum tampil. Para pejabat itu memainkan alat musik gamelan, seperti bonang, gong, slenthem, dan lainnya. Para pengrawit itu antara lain Rudy menabuh kendang; di samping Rudy, duduk Kepala Dinas Kebudayaan Surakarta Kinkin Sultanul Hakim yang memainkan demung; lalu ada juga Kepala Dinas Perhubungan Surakarta Hari Prihatno yang turut bermain demung.

Setelah menyelesaikan aksinya, Rudy sempat berceloteh, “Pokoke muni,” yang langsung disambut tawa anggota lainnya.