BEGINI CARANYA FOOD PHOTOGRAPHY BIAR TERLIHAT PROFESIONAL

 

Soloevent.id – Pernah enggak kamu kehilangan selera karena melihat foto makanan yang kurang menarik? Nah, di acara Solo Bakery & Beverage kemarin, ada workshop yang memberikan tips and trik bagi kamu yang ingin menjajal dunia food photography.

Dipandu oleh Herry Tjang – seorang food photografer profesional yang sudah menangani klien-klien besar seperti Bakmi GM, Bogasari, Sari Roti, ia menjelaskan apa itu food photography dan bagaimana memotret makanan secara profesional.

Sekilas, memotret makanan adalah hal mudah. Namun, ternyata ada tantangannya tersendiri, yakni bagaimana menjadikan makanan lebih menarik dan menggiurkan daripada aslinya. Enggak cuma itu, food  photography yang baik bisa meningkatkan rasa, imajinasi, dan daya tarik makanan.

Langkah pertama, Herry Tjang menekankan untuk mengimajinasikan makanan yang akan dipotret, seperti bagaimana komposisinya, baunya, rasanya, dan konsepnya. Selanjutnya, siapkan perlengkapan dan properti penunjang. Perlengkapan tersebut antara lain kamera, lensa, tripod, lighting, light meter, table top, background, dan reflektor yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Jangan lupa membawa alat penunjang seperti blu tack, gunting, kapas, tisu, cotton buds, jarum, pinset, minyak, kuas, dan pejepit agar waktu pemotretan enggak kerepotan mengatur makanan utama. Cara ini untuk meminimalkan editing foto.

Hal pertama yang dilakukan Herry adalah checking lampu, apakah bekerja baik atau tidak. Kemudian mengatur produk dummy sebagai contoh lighting. Selanjutnya menggunakan light meter untuk melakukan check lighting yang dimau.

“Makanan Indonesia biasanya lebih sulit [difoto] daripada makanan Eropa atau Cina karena tidak full color. Jika bisa membuat makanan Indonesia lebih menarik, maka motret makanan lainnya jadi lebih mudah,” ujarnya saat menyampaikan materi, Minggu (14/5/2017), di Atrium The Park Mall Solo Baru.

Herry juga mengingatkan untuk selalu konsultasi pada klien ataupun bertanya pada chef karena beberapa makanan punya aturan sendiri. Contohnya makanan Jepang di mana sumpit tidak boleh ditusukkan ke nasi. Saat plating pun tidak boleh ada benda yang tidak bisa dimakan di piring

Tips lain bagi kamu yang ingin menampilkan detail tekstur coba gunakan lensa macro, shadow, dan lighting. Dan yang paling penting, jangan sampai properti penunjung lebih menonjol dari makanan utama.

Bagaimana, semakin tertarik dengan food photograpy?

Terkait

HEROINE TAMPIL DI BATEEQ FASHION FESTIVAL   Soloevent.id - Mengangkat tema "Heroine" atau pahlawan wanita, brand  fashion Bateeq akan mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Fa...
NIRINA ZUBIR, ACHA SEPTRIASA, TIKA BRAVANI TAMPIL KOCAK DI S... Soloevent.id - Rumah produksi Starvision Plus kembali menelurkan karya terbarunya. Berjudul Shy Shy Cat, film itu disutradarai oleh Monty Tiwa. Di...
HUT KETIGA THE PARK MALL BERTABUR ARTIS Soloevent.id - Dua band lintas generasi, Kevin and the Red Rose dan Kahitna, bakal memeriahkan ulangtahun ketiga The Park Mall. Selain menyuguhkan...
ROMANTISNYA KAHITNA DI HUT KETIGA THE PARK MALL (BAGIAN 2) Soloevent.id - Ya, Kahitna memang tak bisa dilepaskan dengan tembang-tembang bernuansa cinta. Karya mereka yang easy listening membuat hampir selu...
FACES OF SOLO: TAMPILKAN WAJAH KOTA SOLO LEWAT FOTO Soloevent.id - Ada pertanyaan yang hinggap dalam pikiran Maulana Surya Utama tentang Kota Solo. Pertama berkaitan dengan jati dirinya sebagai warga ...