TAMAN SRIWEDARI MENITI ZAMAN

THR-SRIWEDARI-01


Soloevent.id – Keceriaan yang tersisa di THR Sriwedari tinggal menghitung hari. Desember 2017 mendatang, taman hiburan yang telah beroperasi selama 32 tahun itu bakal berhenti beroperasi karena masa kontrak lahan telah habis, ditambah lagi Pemerintah Kota Solo bakalan menata kawasan Sriwedari.


Kalau berbicara soal THR Sriwedari pasti banyak kenangan yang tercipta di tempat itu. Mulai dari senyum bahagia di wahana permainan, berjoget bareng musisi idola di panggung hiburan, atau bisa jadi menertawakan ketidakberuntungan di arena games ketangkasan.


Ya, sepertinya kebahagiaan tak pernah lupa singgah di Sriwedari. Ketika awal dulu dibangun oleh Raja Keraton Surakarta Pakubuwono X, Sriwedari difungsikan sebagai taman rekreasi. Dibangun pada 1899, Sriwedari pada masa lampau dikenal dengan sebutan Bon Rojo yang berarti Taman Raja.


Awalnya, Bon Rojo berfungsi sebagai taman kota. Baru pada 1901, Pakubuwono X menjadikannya taman rekreasi bagi keluarga keraton dan di kemudian hari dibuka untuk masyarakat umum.


THR-SRIWEDARI-03


Jika kamu pernah mengunjungi Taman Sriwedari, ada satu tempat yang bisa dibilang sangat ikonik, yakni pulau di tengah telaga. Tempat itu berada di sisi timur Taman Sriwedari. Pulau tersebut tidak berdiri secara alami, melainkan dibentuk dari timbunan tanah.


Pulau tersebut dikelilingi kolam besar yang disebut Segaran, dalam bahasa Indonesia berarti lautan. Namun, kini air kolam itu sudah mengering, pun dengan pulaunya yang tampak berantakan. Padahal dulu di kolam tersebut mengambang bunga-bunga teratai indah dan unggas air berenang ke sana ke mari.


Dahulu, di sekitar situ juga menjadi semacam kebun binatang mini yang menyemarakkan Taman Sriwedari. Hewan-hewan itu adalah koleksi Pakubuwono X.


Karena difungsikan sebagai tempat hiburan, Taman Sriwedari juga terdapat bioskop dan gedung wayang orang. Gedung Wayang Orang Sriwedari yang dibangun pada 1911 itu juga atas prakarsa Pakubuwono X. Dari tempat itulah lahir kelompok Wayang Orang Sriwedari yang melegenda.


Di tahun-tahun setelahnya, kawasan Taman Sriwedari berdiri bangunan-bangunan baru yang bersejarah. Di antaranya adalah Stadion Sriwedari yang menjadi tempat perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada 1948 dan Museum Radyapustaka yang merupakan museum tertua di Indonesia.


 

Penulis: Reza Kurnia Darmawan

Foto: dokumentasi Soloevent, Wikipedia

Terkait

MEMBANGKITKAN KENANGAN, SEHARI SEBELUM THR SRIWEDARI TUTUP Soloevent.id - Dua anak kecil terlihat asyik bermain di kolam bola THR Sriwedari Solo. Hanya kegembiraan dan tawa yang tampak di wajah mereka...
GARA-GARA AHMAD ALBAR, SRIWEDARI JADI BURSA ROCK Pulang kerja lewat Slamet Riyadi. Jalanan agak lengang, cuman pas nyampe di depan Sriwedari ada sekawanan, eh bukan, sebatalion polisi bawa brem. ...
MENCARI PEMBARONG YANG BERKARAKTER DALAM FESTIVAL SINGO BARO... Soloevent. id - Bunyi terompet Ponorogo dan dentuman kendang serta gamelan membahana di Stadion R. Maladi, Sriwedari, Sabtu (15/10/2016). Bebunyia...
THR SRIWEDARI SOLO DI MATA OM SERA   Soloevent.id - Setelah 32 tahun menjadi tempat rekreasi warga, Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Solo bakal berhenti beroperasi pada De...
KISAH PANJANG SANG PENGABDI THR SRIWEDARI Soloevent.id - Selama 32 tahun, Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari menyimpan banyak cerita bagi warga Solo dan sekitarnya. Salah satu kisah b...