Sunday, August 23, 2026
HomeMusikLagu Fstvlst "Mati Muda" Tutup Konser Gground Urban Gigs

Lagu Fstvlst “Mati Muda” Tutup Konser Gground Urban Gigs

Published on

- Advertisement -spot_img

MATI MUDA TUTUP KONSER FSTVLST DI GGROUND URBAN GIGS

Usai dihentak dua grup blues rock asal Kota Solo, Soloensis dan Teori, panggung GGround Urban Gigs menampilkan amunisi terakhirnya. Kali itu, unit rock and roll asal Yogyakarta, Fstvlst, tampil sebagai pemuncak acara.

Saat intro “Orang-Orang di Kerumunan” dimainkan, penonton yang memenuhi area Gelora Pemuda Bung Karno Manahan, Solo, langsung melakukan koor massal. “Kulanuwun, Solo! Apa kabar temen-temen yang ada di sini?” sapa frontman Fstvlst, Farid Stevy Asta.

Dua lagu yang dibawakan tanpa jeda, “Monster Karaoke” dan “Bulan, Setan, Atau Malaikat”, membuat para Festivalist — sebutan penggemar Fstvlst — semakih berdansa liar. Panggung yang tak berjarak dengan penonton dan tak diberi barikade, ditambah stage act Farid yang tak bisa diam, menjadikan suasana konser malam itu bertambah intim dan menarik.

Komunikasi dan kedekatan yang dibangun Fstvlst dengan penggemarnya, lumayan baik. Jokes-jokes yang disampaikan Farid Stevy dan gitaris Robby Setiawan cukup mengundang tawa.

“Jogetnya agak santai, ya. Soalnya debunya berterbangan. Ada yang haus? Nek tak kei banyu, aja diombe. Disemprotke ngisor wae, ben bleduge ora mabur,” kata Farid. Robby tak mau kalah. “Nek bleduge mabur, ngko ditangkep, dibalekke ning ngisor neh,” seloroh pria berambut gondrong itu. “Nek bleduge isih mabur-mabur, ora popo. Sekali-kali kita merasakan apa yang sekarang ini dialami teman-teman di Kalimantan dan Sumatera,” tambah Farid.

Ada sembilan lagu Fstvlst dalam konser GGround Urban Gigs,  Sabtu (10/10/2015) malam. Lagu-lagu hits mereka, antara lain “Menangisi Akhir Pekan”, “Tanah Indah untuk Para Terabaikan Rusak dan Ditinggalkan”, “Ayun Buai Zaman”, sukses jadi ajang karaoke berjamaah.

Fstvlst menutup konser akhir pekan itu dengan nomor anthemic, “Mati Muda”. Bukan Farid Stevy Asta namanya, kalau ia tak melakukan suatu “kegilaan” di panggung. Di repertoar penutup tersebut, Farid memasrahkan jabatan vokalis kepada penonton. Lalu apa yang dilakukannya? Bak penari sufi, dia terus berputar di sepanjang lagu.

Saat lagu itu berakhir, hanya ada satu kata yang keluar dari bibir Farid: “Mumet“.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pertama di Solo! Intip Keseruan HYROX di Hybrid Race & Rave 2026

Soloevent.id - Event olahraga Hybrid Race & Rave 2026 yang diinisiasi oleh Grand Onyx...

Sambut HUT RI Ke-81, The Park Mall Solo Gelar Lomba Bakiak Hingga Tarik Tambang

Soloevent.id - Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, The...

Emparty Fest 2026, Hadirkan Ruang Berkarya Para Komunitas Seniman Merdeka

Soloevent.id - Pameran seni bertajuk Emparty Fest 2026 digelar di Taman Budaya Jawa Tengah...

More like this

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...