Thursday, September 17, 2026
HomeMusikLagu Fstvlst "Mati Muda" Tutup Konser Gground Urban Gigs

Lagu Fstvlst “Mati Muda” Tutup Konser Gground Urban Gigs

Published on

- Advertisement -spot_img

MATI MUDA TUTUP KONSER FSTVLST DI GGROUND URBAN GIGS

Usai dihentak dua grup blues rock asal Kota Solo, Soloensis dan Teori, panggung GGround Urban Gigs menampilkan amunisi terakhirnya. Kali itu, unit rock and roll asal Yogyakarta, Fstvlst, tampil sebagai pemuncak acara.

Saat intro “Orang-Orang di Kerumunan” dimainkan, penonton yang memenuhi area Gelora Pemuda Bung Karno Manahan, Solo, langsung melakukan koor massal. “Kulanuwun, Solo! Apa kabar temen-temen yang ada di sini?” sapa frontman Fstvlst, Farid Stevy Asta.

Dua lagu yang dibawakan tanpa jeda, “Monster Karaoke” dan “Bulan, Setan, Atau Malaikat”, membuat para Festivalist — sebutan penggemar Fstvlst — semakih berdansa liar. Panggung yang tak berjarak dengan penonton dan tak diberi barikade, ditambah stage act Farid yang tak bisa diam, menjadikan suasana konser malam itu bertambah intim dan menarik.

Komunikasi dan kedekatan yang dibangun Fstvlst dengan penggemarnya, lumayan baik. Jokes-jokes yang disampaikan Farid Stevy dan gitaris Robby Setiawan cukup mengundang tawa.

“Jogetnya agak santai, ya. Soalnya debunya berterbangan. Ada yang haus? Nek tak kei banyu, aja diombe. Disemprotke ngisor wae, ben bleduge ora mabur,” kata Farid. Robby tak mau kalah. “Nek bleduge mabur, ngko ditangkep, dibalekke ning ngisor neh,” seloroh pria berambut gondrong itu. “Nek bleduge isih mabur-mabur, ora popo. Sekali-kali kita merasakan apa yang sekarang ini dialami teman-teman di Kalimantan dan Sumatera,” tambah Farid.

Ada sembilan lagu Fstvlst dalam konser GGround Urban Gigs,  Sabtu (10/10/2015) malam. Lagu-lagu hits mereka, antara lain “Menangisi Akhir Pekan”, “Tanah Indah untuk Para Terabaikan Rusak dan Ditinggalkan”, “Ayun Buai Zaman”, sukses jadi ajang karaoke berjamaah.

Fstvlst menutup konser akhir pekan itu dengan nomor anthemic, “Mati Muda”. Bukan Farid Stevy Asta namanya, kalau ia tak melakukan suatu “kegilaan” di panggung. Di repertoar penutup tersebut, Farid memasrahkan jabatan vokalis kepada penonton. Lalu apa yang dilakukannya? Bak penari sufi, dia terus berputar di sepanjang lagu.

Saat lagu itu berakhir, hanya ada satu kata yang keluar dari bibir Farid: “Mumet“.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...