Sunday, August 2, 2026
HomeMusikSepuluh Lagu Emosional Dibawakakan Merah Bercerita

Sepuluh Lagu Emosional Dibawakakan Merah Bercerita

Published on

- Advertisement -spot_img

SEPULUH LAGU EMOSIONAL DIBAWAKAKAN MERAH BERCERITA

22.05 WIB, raungan gitar berefek delay memenuhi ruangan Gedung Innovation Store Universitas Sebelas Maret (UNS). Empat orang laki-laki dengan tubuh dipenuhi body painting berada di panggung, diterangi lampu sorot merah remang-remang. Sebuah nomor instrumental, mereka mainkan.

Tanpa banyak cakap kepada penonton, sang vokalis kemudian menyanyikan lirik “Menari-nari di dalam lingkaran manipulasi. Ikuti rotasi dunia yang maha fiksi”. Yap, lagu berjudul “Ilusi” tersebut menjadi sajian pembuka launching album perdana band asal Kota Solo, Merah Bercerita. Mereka melanjutkan repertoarnya malam itu dengan “Negeriku Semakin Horor”.

Rabu (26/8/2015) malam itu, menjadi hari yang membahagiakan bagi Merah Bercerita. Album yang dikerjakan sejak 2014 lalu, akhirnya resmi beredar di pasaran. Vokalis dan gitaris Merah Bercerita, Fajar Merah, mendedikasikan album self titled itu kepada para penggemar, sekaligus pembencinya.

“Senang sekali akhirnya setelah bertahun-tahun jatuh bangun, kami bisa launching album. Album ini kami dedikasikan kepada para pendukung dan orang-orang yang menjatuhkan kami. Kepada yang mencintai dan yang membenci kami. Dengan adanya kalian, energi positif bisa selalu kami tambah,” kata putra bungsu Widji Thukul itu, sebelum memainkan “Bom Waktu”.

Sepuluh lagu dibawakan oleh grup beraliran rock-pop-blues itu. Seluruh setlist yang ditampilkan merupakan lagu-lagu yang berada di album perdana Merah Bercerita. Empat dari sepuluh lagu itu adalah hasil musikalisasi puisi yang ditulis oleh Widji Thukul.

Band yang dimotori Fajar Merah, Gandhi Asta (gitar), Yanuar Arifin (bas), dan Lintang Bumi (drum) ini, menutup acara secara klimaks lewat nomor “Derita Sudah Naik Seleher”. Aksi teatrikal dihadirkan untuk memperkuat suasana lagu yang penuh kegeraman tersebut. Anak pertama Widji Thukul, Fitri Nganthi Wani, turut ambil bagian di nomor emosional itu. Ia membacakan puisinya “Dalam Keabadian, Kebenaran Membatu”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

Fashion & Luncheon “Elegance in Heritage”, Perpaduan Kebaya, Batik, dan Kuliner Nusantara di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.Id - Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan...

More like this

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...