Sejarah Kuliner Tengkleng Di Kota Solo

1394

 

tengkeleng-kambing

Soloevent.id – Solo dan kuliner merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. Bukan hanya Solo, setiap kota pasti punya ragam kuliner masing-masing sebagai ciri daerah. Di Solo, beragam makanan ada sebagai simbol keanekaragaman kuliner. Tentu hal tersebut menambah daftar khasanah kuliner nusantara.
Tengkleng merupakan salah satu makanan khas dari Solo yang telah ada kurang lebih sejak abad ke 19. Tak beda jauh dengan gulai kambing yang telah banyak dikenal. Bahan dasar tengkleng hampir sama dengan gulai. Perbedaan yang nampak jelas dapat dilihat pada kuah keduanya. Kuah tengkleng lebih encer dibanding dengan kuah gulai yang terkenal kental. Jika pada gulai berisi potongan daging kambing, tengkleng justru berisi tulang belulang atau jeroan kambing.

Mengapa demikian? Dahulu, daging kambing hanya dinikmati oleh kaum bangsawan, pejabat Belanda atau priyayi di istana. Bagi kaum biasa, menyantap daging kambing merupakan hal yang mewah. Rakyat biasa hanya mampu membeli bagian tulang atau jeroan yang tidak digemari para priyayi.
Kemampuan memasak yang dimiliki masyarakat Jawa khususnya Solo, membuat tulang atau jeroan kambing tersebut menjadi santapan yang tak kalah nikmat dengan olahan daging kambing yang biasa disantap kaum bangsawan. Justu sekarang ini, tengkleng bukan lagi makanan murah. Tengkleng telah naik kelas menjadi makanan mewah yang diburu oleh para wisatawan yang berkunjung ke kota Solo.