Warisan Karya Alumnus FSRD UNS Saat Pulang Kampus

0
73
PULANG KE KAMPUS, ALUMNUS FSRD UNS TINGGALI WARISAN KARYA

PULANG KE KAMPUS, ALUMNUS FSRD UNS TINGGALI WARISAN KARYA

Soloevent.id  –  Walaupun telah menanggalkan jaket almamaternya, sebanyak 30 alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tak berhenti berkarya. Ide-ide mereka dituangkan dalam sebuah pameran bertajuk GreenCliche, yang digelar di Gedung Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS, 3-13 Maret 2016.

Sesuai tajuk pameran, GreenCliche menampilkan kegelisahan para alumnus tentang persoalan lingkungan yang sedang menjadi isu global. Kecemasan-kecemasan itu ditampilkan dalam 40-an karya berwujud lukisan, mix media, digital print, instalasi, dan lain-lain.

M. Firdaus T.M. salah satunya. Melalui karya digital print berjudul “Warisan”, ia ingin menyoroti kebiasaan warga bumi yang sulit meninggalkan penggunaan plastik. “Sori le… Iki warisan nggo kowe” tulis dia dalam karyanya, yang menggambarkan bumi penuh gundukan plastik.

Seorang anak kecil bercelana dalam plastik mengamati kondisi bumi dari luar angkasa dengan berpijak pada satu jengkal tanah alami yang tersisa. “Monggo siam ngagem plastik,” tulisnya di bagian bawah sebagai solusi.

Sebuah karya satir juga dibuat oleh FX. Widyanto. Melalui karya marker drawing on wood berjudul “Sertifikasi Go Green”, ia ingin mengkritisi soal pelabelan go green. Dia menganggap banyak kampanye go green yang tidak dibarengi dengan tindakan nyata di lapangan atau hanya sekedar lip service belaka.

Dalam karyanya, Widyanto menggambarkan pohon-pohon ditebangi demi keperluan bisnis, seperti untuk diubah menjadi almari, kusen, pigura, dan lainnya. Karyanya tersebut terinspirasi dari banyak produk yang berasal dari kayu menjadi tren kembali, akhir-akhir ini. Konon katanya, jika dilihatdari estetikanya, harga jualnya bernilai tinggi dan mudah didaur ulang.

“Namun, sisi lain maraknya produk-produk unggulan di pasaran, menggambarkan bagaimana masifnya eksploitasi terhadap hutan. Mereka tidak hanya menebang, bahkan ada yang membakar tanpa rasa bersalah hanya demi mendapatkan keuntungan usahanya,” ungkapnya.

Salah seorang pengunjung, Hendi Pramujasakti, mengaku mendapat referensi dari pameran ini. “Sebagai mahasiswa FSRD angkatan 2015, saya bisa mengerti bagaimana membuat karya yang bagus. Sekaligus mengajari saya bagaimana cara men-display karya dalam pameran,” ungkapnya saat ditemui di pembukaan GreenCliche, Kamis (3/3/2016).

Dekan FSRD UNS, Ahmad Adib, mengakatan, GreenCliche merupakan pra-launching program-program FSRD dalam jangka panjang. Selain itu, acara ini juga jadi rangkaian agenda Lustrum ke-8 UNS yang bertemakan “Ayo Mulih Kentingan”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here