Wali Kota Surakarta: Penyelenggaran SIPA 2019 Luar Biasa!

211

Soloevent.id – Seperti dua hari sebelumnya, Solo International Performing Arts (SIPA) 2019 hari ketiga, Sabtu (7/9/2019), kembali menyuguhkan penampil-penampil dari dalam maupun luar negeri, mereka membawakan bermacam karya, mulai tari hingga musik.

Chinese Youth Goodwill Association, menjadi yang pertama naik panggung. Kelompok asal Taiwan ini menampilkan tarian berjudul “Spotlight of Taiwan”, yang menggambarkan budaya masyarakat minoritas di daerah pegunungan dan dekat perairan.

Kemudian disusul oleh De Tradisi yang membawakan tembang-tembang khas Batak. Mereka tampil dengan mengenakan kain ulos yang menjadi ciri khas masyarakat Batak.  “Terima kasih SIPA sudah mengundang kami yang jauh dari Medan,” ungkap salah satu personel saat akan membawakan lagu terakhirnya.

Dari Indonesia barat, penonton diajak meluncur ke Indonesia Timur lewat pertunjukan tari Folakatu Art Tidore asal Maluku Utara. Mereka menampilkan tarian “Body Grecele” yang bercerita mengenai lautan yang membisiki para pemuda untuk selalu menjaga Bumi.

Tak hanya Taiwan, India juga menjadi salah satu penampil luar negeri pada hari ketiga SIPA 2019. Malam itu, Pooja Mani of the Arts and the Aesthetics Foundation (TAAF) menyuguhkan tarian kolaborasi berjudul “Saraansh Selaras”.

Band era ’90-an, Bunga, turut tampil di SIPA 2019. Band yang pernah diperkuat oleh putra Iwan Fals, Galang Rambu Anarki, itu menampilkan lagu terbarunya, “Perancah Rindu.” Mereka juga menyanyikan tembang hits-nya, “Kasih Jangan Pergi.”

Mila Art Dance dari Yogyakarta ikut menyumbangkan tari “Drupadi” untuk SIPA 2019. Tari yang dikoreograferi oleh Mila Rosinta itu menyoroti hak mutlak wanita atas tubuhnya dan kemerdekaan dalam berpendapat.

Jelang akhir, giliran Atjeh Performing Art yang menghibur penonton. Mereka menyajikan “The Spirit of Geleng“ yang menggambarkan semangat masyarakat Aceh dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tarian tersebut juga berfungsi sebagai bentuk dakwah Islam melalui seni.

Siapa yang paling ditunggu di malam terakhir SIPA 2019? Mungkin Rion Five adalah jawabannya. Para penggemar K-Pop langsung histeris saat mereka tiba di panggung. Grup asal Korea Selatan itu menyanyikan satu lagu orisinalnya, “Ddook Ddook Ddook”. Mereka juga melakukan dance cover untuk empat lagu K-Pop ngetop, yaitu “Fantastic Baby” dan “Bang Bang Bang” dari Big Bang, “Love Shot” milik Exo dan “Boys With Luv” kepunyaan BTS.

Dalam acara penutupan, Direktur Delhi International Art Festival  Prathibha Prahlad yang mewakili delegasi luar negeri mengungkapkan rasa kagumnya atas penyelenggaraan SIPA 2019. Dia juga mengucapkan selamat untuk Kota Solo atas festival yang digelar sangat megah ini



“Saya tahu bagaimana sulitnya membuat acara ini dan saya sangat mengapreasiasi Ibu Ira [Irawati Kusumorasri, Direktur SIPA] atas kontribusinya menyelenggarakan SIPA ini. Selamat juga untuk Kota Solo yang indah ini. Terima kasih!” ungkap Prathiba.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Surakarta Ahyani MH menyampaikan satu kata lewat pesan tertulisnya, “Luar biasa!” Rudy berpesan penyelenggaraan SIPA berikutnya harus lebih baik.