TEATER SOPO MENGKRITIK REKAYASA GENETIKA PANGAN

TEATER-SOPO-001


Soloevent.id – Mengangkat tema pangan, menjadi hal baru bagi Teater Sopo dalam Pentas Produksi-nya yang ke-20 pada Kamis (9/11/2017) di Gedung Kesenian Taman Balekambang, Solo.


Lewat judul ”Semar Nunggu Candi”, Teater Sopo mengemas kegelisahan tentang kondisi pangan yang terlalu banyak rekayasa genetika atau menggunakan unsur kimia. Tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, kehidupan para petani pun terkena imbasnya.


TEATER-SOPO-02


Kegelisahan itu diceritakan lewat dua watak utama yang kerap ditemui dalam masyarakat. Yang pertama disimbolkan dengan rayap, mereka mandiri dan bersifat gotong royong. Satunya disimbolkan dengan kerbau. Walaupun berkoloni, tetapi individualis sekali dan suka mencari keuntungan serta memperkaya diri sendiri.


Kubu rayap diwakili oleh tokoh wayang Semar dan anak-anaknya. Sedangkan kubu kerbau diwakili oleh Togog dan Mbilung.


TEATER-SOPO-03


“Dipilih Semar karena menurut kami dia sosok yang bertugas memelihara dunia. Semar digambarkan sebagai seorang petani yang resah karena anak muda sekarang enggak mau jadi petani,” ujar sutradara Pentas Produksi 20 Teater Sopo, Listiyo Budi Santoso.


Menurut Listiyo, sebagai akademisi yang berkreasi lewat seni, Teater Sopo perlu menyampaikan isi naskah ini ke anak muda, bahwa sebenarnya industrialisasi pangan saat ini sudah sangat mengerikan.


TEATER-SOPO-04


Dan realitanya makin susah karena berhadapan dengan bangsa sendiri yang digambarkan berwatak kerbau. Kebanyakan dari mereka punya uang dan kekuasaan. Dari situ akan menjawab nasib-nasib petani yang sudah kerja keras sampai sekarang, tetapi belum juga membaik.


“Tapi masih ada, kok, yang tetap mempertahankan kemurnian pangan dengan pertanian organik, itulah inti yang ingin kami sampaikan. Untuk zaman sekarang jika kita kepingin sehat, mau enggak mau harus menanam sendiri,” ungkap Listiyo.


 

Penulis: Yasinta Rahmawati

Foto: Reza Kurnia Darmawan

Terkait

PENTAS TEATER GOLEK, PEMERAN DARIM INI HARUS BAGI WAKTU   Soloevent.id - Teater Golek SMA N 4 Surakarta baru saja mengadakan Pentas Produksi “Kocak-Kacik” di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tenga...
CURHATAN SEORANG PETANI DALAM SEMAR NUNGGU CANDI Soloevent.id - Keresahan dapat diekspresikan lewat berbagai bentuk, contohnya seperti seni teater yang dilakukan oleh Teater Sopo. Di Pentas Produ...
HOMPIMPA ALAIHUM NGRAMBYANG Parade Teater Universitas Muhamadiyah Surakarta 2014 resmi dibuka pada 7 April kemarin. Sesuai namanya, parade ini bakal dimeriahkan dengan pertun...
PARODEN BASAH KOCOK PERUT PENONTON DI PENTAS TERBARUNYA “…Tulung balekno utangku tak nggo tuku susu anakku…” Mengenakan pakain khas saudagar Timur Tengah, Raja Jalaludin memasuki kerajaannya sembari ...
AKTOR-AKTOR MONOLOG PENTAS DI SALA MONOLOG 2016   Soloevent.id - Di panggung tampak seorang pria sedang duduk di balik meja sambil memegangi kertas bertuliskan huruf. Dengan terbata-bata...