Shooting Di Solo, (Masih) Dunia Lain Gelar Casting

221
SHOOTING DI SOLO, MASIH DUNIA LAIN GELAR CASTING

SHOOTING DI SOLO, MASIH DUNIA LAIN GELAR CASTING

Kota Solo akan disambangi lagi oleh program misteri (Masih) Dunia Lain. Acara yang disiarkan oleh salah satu televisi swasta ini, bakal mengeksplor tempat-tempat di Kota Bengawan yang dianggap wingit. Nah, Selasa (5/5/2015) kemarin, tim MDL mekakukan casting peserta buat segmen acara mereka yaitu Uji Nyali.

Soloevent sempat meliput proses itu. Ternyata, banyak juga yang berminat menjadi pesertanya. Berdasar pantauan Soloevent, siang itu seratusan orang tampak memadati Open Stage Taman Balekambang. Bahkan, satu jam sebelum tim MDL tiba di lokasi, para calon peserta telah ramai berkumpul di area yang biasa dipakai untuk acara Sendratari Ramayana tersebut.

Sekitar pukul 14.00 WIB, tim (Masih) Dunia Lain akhirnya menampakkan diri. Mereka kemudian membagi calon peserta ke dalam tiga kelompok. Setelah menyerahkan persyaratan, mereka menanti panggilan interview. Dalam proses wawancara, peserta ditanyai mengenai pengalaman maupun kesiapan fisik dan mentalnya.

Menurut Unit Production Manager (Masih) Dunia Lain, Tri Jaya Saputra, calon peserta yang boleh mengikuti casting adalah yang berumur 17-28 tahun. “Sebenarnya banyak orang-orang tua yang kepingin ikut, tapi terpaksa kami tolak. Soalnya mereka rentan terhadap kondisi fisik,” jelasnya kepada Soloevent. Ya, riwayat kesehatan memang sangat diperhatikan oleh tim. Bagi yang mempunyai penyakit jantung, tidak diperbolehkan mengikuti casting. “Intinya sehat,” tegas Tri.

Selain faktor kesehatan, kriteria peserta yang dibutuhkan adalah komunikatif dan informatif. “Soalnya saat Uji Nyali berlangsung, mereka harus bisa menyampaikan apa yang ada di situ dan apa yang dirasakan,” tutur pria asal Jakarta itu.

Tim akan memilih sekitar 27 orang yang beruntung mengikuti shooting MDL. “Sekali shooting bisa sembilan orang,” kata Tri. Menurut rencana, proses shooting berlangsung dari Kamis-Sabtu (7-9/5/2015). Namun, ia masih merahasiakan lokasi shooting-nya. “Kami merahasiakan lokasi kepada calon peserta. Jika kami kasih tau, mereka bisa saja survei lokasinya terlebih dahulu,” ungkap dia.

Kata Tri, saat terpilih mengikuti Uji Nyali, peserta masih akan dirahasiakan lokasinya. Selama perjalanan dari titik pemberangkatan (baca: hotel) menuju venue, mata mereka bakalan ditutup.

Salah satu peserta casting, Ahmad Solihin, 25, mengaku saat proses interview ia ditanyai seputar pengalaman gaib dan niatannya kenapa ingin mengikuti Uji Nyali. Selain itu, ternyata ia juga berniat membuktikan apakah program (Masih) Dunia Lain adalah acara apus-apus atau tidak. “Saya optimis [bisa lolos interview],” kata pria asal Semanggi ini. Sementara peserta lainnya, Nurul Fatimah, 23, ingin menambah pengalaman dari acara itu. “Soalnya saya belum pernah liat setan dan saya nggak takut gelap,” terang mahasisiwi asal Sragen itu.