SENI TARI MASIH MENDOMINASI SIPA 2014

SENI TARI MASIH MENDOMINASI SIPA 2014-post

Eksplorasi gerak menjadi menu utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2014 hari kedua yang berlangsung pada hari Jumat (12/9/2014). Tidak hanya tari kontemporer yang diangkat, beberapa delegasi tak segan untuk menampilkan seni tari tradisional. Salah satu penampil kearifan lokal tersebut yakni Sanggar Kumpulan Seni Seri Melayu asal Riau.

Membawakan “Berseri Melayu”, kelima penari dari kelompok seni tari yang berdiri pada 7 Oktober 2006 tersebut tampil mengenakan Baju Kurung Cekak Musang yang dipadu dengan kain sarung dan ikat kepala. Dari backsound tradisional mengalun lagu-lagu zapin yang rancak, lengkap dengan pantun khas Melayu. Maka para penari pun segera menampilkan joget Inang.
Keempatnya bertepuk tangan dan paha mengikuti irama mandolin, akordeon, dan tambur. Komposisi gerak yang disajikan menapaki babak akhir tatkala seorang dari mereka masuk membawa tikar. Lalu dibentangkannya tikar itu di lantai. Kemudian mereka bersama-sama berlari di tempat dengan gerak slow motion. Dengan tangan yang dikedepankan, mereka seperti ingin meraih sesuatu.

Penampilan tak kalah menarik dibawakan oleh Maya Dance Theatre dari Singapura. Mereka mengetengahkan kreasi berjudul “Roots”. Dalam Bahasa Indonesia, roots berarti akar. Ya, kemarin grup yang didirikan tahun 2007 itu menampilkan karya yang memasukkan unsur-unsur seni tari yang menjadi akar (baca: patokan) dari tiap kebudayaan.
Mereka membagi repertoar malam itu ke dalam beberapa sesi. Di sesi tersebut, mereka bertahap mengombinasikan tarian Bharata Natyam, Zen Dance, tari topeng Korea, Jawa, yang dikemas dengan latar suara khas ala gerakan yang dihadirkan. Sambutan hangat diberikan penonton saat salah seorang penari pria membawakan Bharata Natyam secara solo.

Selain kedua penampil di atas, pergeleran yang telah memasuki usia keenamnya ini, juga dimeriahkan oleh aksi energik maskot SIPA 2014, Yang Mulia Tunku Atiah. Bersama dua temannya yakni Stepharina dan Eva Tey, delegasi Malaysia tersebut membawakan karya berjudul “Secrets”. Dengan gerakan-gerakan cepat yang merupakan pengembangan balet, mereka seperti ingin menyampaikan bahwa ada saatnya keterkengan dalam diri manusia harus dapat dilepaskan.

Terkait

MASKOT SIPA 2016 TAMPILKAN “MAHA SWARA”   Soloevent.id - 300-an seniman dari dalam dan luar negeri akan menghangatkan tiga hari penyelenggaraan Solo International Performing Arts...
RITUAL JELANG SIPA 2014 Acara yang sudah berjalan ditahun keenam ini selalu mengambil konsep yang berbeda disetiap tahunnya. 2014 adalah tahun dengan tema “Generation Awa...
PANGGUNG 36X20 METER SIAP TAMPUNG AKSI DELEGASI SIPA 2016 Soloevent.id - Benteng Vastenburg lagi-lagi menjadi lokasi perhelatan akbar Solo International Performing Arts (SIPA) 2016. Panggung utama SIPA 20...
15 GRUP TAMPIL BAK BOYBAND-GIRLBAND KOREA, DI KOREAN DANCE C... Sabtu (15/8/2015), Atrium Solo Paragon Lifestyle Mall mendadak penuh dengan lagu-lagu berbahasa Korea. Lagu milik boyband maupun girlband asal Neg...
JADWAL SIPA 2014 HARI KETIGA Tidak terasa, event tahunan Solo International Performing Arts/SIPA 2014 telah berjalan selama dua hari. Sabtu (13/9/2014) malam nanti, merupakan ...