Prambanan Jazz Virtual Festival 2021, Perpaduan Musik dan Budaya Indonesia

317

Hari pertama Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 “Live in Prambanan” resmi digelar secara virtual melalui Konser Channel 459 SD | 949 HD di UseeTV atau melalui aplikasi UseeTV GO dan iKonser Apps hanya dengan membayar Rp15.000 untuk biaya langganan selama 1 bulan. Acara ini berlangsung selama dua hari 19-20 November 2021 mulai pukul 16.00 WIB.

Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 dengan semangat “Bersemi Dalam Kolaborasi” kembali menampilkan deretan musisi ternama tanah air seperti Bellacoustic, Manjakani, Nadin Amizah, Nita Aartsen & Eurasian Bigband feat Tompi, Pamungkas, Floo, Yura Yunita, Letto, Swingayogya, Ardhito Pramono, Tulus, dll.

Prambanan Jazz Festival kali ini terasa sangat spesial, karena Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 mendapat kehormatan bisa berkolaborasi dengan sang maestro tari Indonesia, Didik Nini Thowok. Dengan berlatar belakang megahnya Candi Prambanan, Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 dibuka dengan penampilan Didik Nini Thowok dengan beberapa tarian asal Indonesia.

 

Selain itu, Prambanan Jazz Festival, tak semata-mata terhenti pada perihal satu genre musik saja, tapi ada hal yang lebih dari itu yakni “budaya”. Salah satunya adalah Bellacoustic Indonesia yang datang dari kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Pemenang “Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual Festival 2021” ini tampil maksimal di panggung. Mulai dari “Sangkrut” pakaian khas masyarakat suku Dayak berupa rompi dari kulit kayu, helai bulu burung tingang/engang sebagai simbol kebesaran masyarakat suku Dayak, yang dipadukan dengan musik etnik Dayak Kalimantan Tengah.

Bellacoustic tampil selama 29 menit dan membawakan 4 lagu, ‘Pukung Pahewan Antang’, ‘Selimut Putih’, ‘Terima Kasih Tuhan’ dan ‘Tingang’. Mereka juga berkolaborasi dengan penari dari Sanggar Riak Renteng Tingang Palangkaraya. Tarian tersebut adalah penggambaran dari tema musikal yang mereka bawakan yaitu “Derita Kabut Asap Kala Itu”.

Penampil ketiga di Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 kali ini ada Manjakani. Dengan set minimalis, duo asal Pontianak ini tampil selama 39 menit dengan membawa 6 lagu andalan mereka. Mulai dari ‘Hanyut’, ‘Tali Jiwa’, ‘Asam Pedas’, ‘Rumah’, ‘Asmara Weda’, hingga ‘Sabda Rindu’. Dengan karakter musik folk yang mereka sajikan, menambah suasana sore hari di Candi Prambanan menjadi semakin syahdu. Penampilan Nadin Amizah menjadi penampil keempat Prambanan Jazz Virtual Festival 2021. Dengan balutan dress berwarna mauve, Nadin terlihat sangat anggun di panggung yang berlatarkan Candi Prambanan. Ia tampil selama 52 menit dengan membawakan 9 lagu. Mulai dari ‘Intro’, ‘Sebuah Tarian yang Tak Kunjung Selesai’, ‘Hormat Kepada Angin’, ‘Taruh’, ‘Beranjak Dewasa’, ‘Menangis di Jalan Pulang’, ‘Dan, Selesai’, ‘Bertaut’, dan ‘Sorak Sorai’.

Penampil kelima Prambanan Jazz Virtual Festival 2021, ada Nita Aartsen and The Eurasian Bigband feat Tompi. Kali ini Nita Aartseen, membawakan lagu-lagu dari R.Maladi, Krzysztof Komeda, Charles Trenet, Ismail Marzuki, Toots Thielemans, Norman Gimbel, M.Sagi, Georgie L, dan Crhist Kayhatu, yang semua diaransemen oleh Nita Aartseen sendiri. Selama 48 menit, Nita Aartsen and The Eurasian Bigband feat Tompi membawakan 8 lagu. Diantaranya, ‘Di Bawah Sinar Bulan Purnama’, ‘Svantetic’, ‘La Mer’, ‘Bunga Anggrek’, ‘Bluesette’, ‘Payung Fantasi’, ‘Jali-Jali’, dan ‘Rame-Rame’. Musik jazz yang sangat kental dari Nita Aartsen and The Eurasian Bigband feat Tompi, membuat suasana malam hari di Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 menjadi sangat hangat.

Penampil penutup Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 hari pertama kali ini ada Pamungkas. Kemahiran membuat lagu-lagu berlirik romantis, membuat karismanya semakin keluar. Selama 48 menit, Pamungkas membawakan 8 lagu. Mulai dari “Still Can’t Call Your Name’, ‘Flying Solo’, ‘Break It’, ‘Jejak’, ‘Be My Friend’, I Love You But I’m Letting Go’, ‘To The Bone’, dan ‘Live Forever’. Jangan lupa besok masih ada penampilan Prambanan Jazz Festival 2021 yang pastinya sayang untuk dilewatkan.

Lanjut di hari kedua, Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 dibuka oleh Floo yang juga merupakan salah satu pemenang kompetisi Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual Festival 2021. Lalu dilanjutkan oleh Yura Yunita yang menjadi penampil kedelapan. Dengan penampilan yang sangan “fun”, solois asal Bandung ini berhasil menghadirkan suasana sore hari di Candi Prambanan menjadi semakin meriah.

Berganti malam hari, Letto menjadi penampil kesembilan. Dengan pembawaan yang bersahaja, Letto berhasil membuat ritme Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 menjadi cukup dingin. Beberapa kali, Noe sang vokalis juga menyampaikan pesan untuk tetap semangat menghadapi pandemi dan berharap bisa segera mengucapkan selamat tinggal untuk virus corona. Penampilan kesepuluh, ada Swingayogya band pendatang baru yang diprakarsai oleh KPH Notonegoro bersama musisi Joko “lemazh” Suprayitno dan Agung Prasetyo. Aransemen lagu-lagu dari A.Usman, Ismail Marzuki, dan Lilis Suyani berhasil mereka kemas dengan baik.

Ardhito Pramono menjadi penampil kesebelas. Dengan musik yang jazzy, Ardhito berhasil menaikkan ritme Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 menjadi energik. Sampai di penghujung, akhirnya Prambanan Jazz Virtual Festival 2021 ditutup oleh penampilan dari Tulus, yang selalu tampil dengan baik, dan mampu menyatu dengan kemegahan Candi Prambanan.

Dalam tayangan kali ini, Prambanan Jazz juga turut menayangkan perjalanan dan rangkuman kilas balik dari tahun ke tahun penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival yang pertama kali digelar pada tahun 2015 oleh Rajawali Indonesia (Promotor). “Ini adalah kerja besar yang solid, semangat penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival tetap harus dihidupkan dan semoga penyelenggaraan ini menjadi virus positif ditengah-tengah adanya virus corona. Api passion terus tetap terjaga dan jangan sampai padam” ujar Anas Syahrul Alimi, CEO Prambanan Jazz Festival.

Protokol kesehatan berbasis CHSE seperti prosedur wajib antigen sebelum memasuki area venue menjadi salah satu syarat bagi seluruh artis dan kru yang bertugas dalam gelaran tahun ini. Satuan Gugus Tugas juga turut hadir dan memantau berjalannya acara. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno mengapresiasi penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival tahun ini yang mampu beradaptasi dan berinovasi, “Penyelenggaraan kembali kegiatan event menjadi momentum yang paling dinanti dan diharapkan oleh masyarakat. Prambanan Jazz Festival merupakan festival musik yang pasti ditunggu-tunggu oleh penikmat musik di Indonesia dan di dunia setiap tahunnya. Saya berharap festival ini dapat menampilkan kearifan budaya lokal ke pentas global dengan menjadikan Candi Prambanan sebagai venue festival. Industri musik harus terus mengalun”