MENIKMATI KONSER AKHIR PEKAN DI PASSIONVILLE 2016 (BAGIAN 1)

edit-770-513

Soloevent.id – Suara teduh Adhitia Sofyan yang berbalut petikan gitar akustik menyambut Soloevent setibanya di area parkir selatan The Park Mall Solo Baru. Kala itu Adhitia dan band pengiringnya mengalunkan “Blue Sky Collapse”.

Namun sayang, salah satu hit single dari album Quiet Down tersebut menjadi menu penutup perjumpaannya. “Senang banget bisa balik ke Solo. Bar iki sega liwetan,” pungkas penyanyi berdarah Jawa itu.

Walaupun hanya mendapat secuil penampilan Adhitia Sofyan, tetapi Soloevent tak terlalu meratapi. Soalnya Sabtu (16/10/2016) malam itu, gelaran PassionVille 2016 masih menyisakan dua bintang tamu lainnya.

Adalah FSTVLST yang unjuk gigi berikutnya. Sejak band asal Yogyakarta ini disebut oleh MC, beberapa penonton yang tadinya hanya duduk-duduk sewaktu Adhitia Sofyan tampil, mulai bangkit penuh kegirangan dan segera berjejal di arena moshpit.

Deru rock and roll yang dihantarkan sejak nomor pembuka, “Orang-orang di Kerumunan”, dilanjut dengan “Bulan Setan Atau Malaikat” dan “Manifesto Postmodernisme”, berhasil menyulut agresivitas penonton.

Tempo yang mulai kendur di “Hujan Mata Pisau” dan “Menantang Rasi Bintang” bukan menjadi alasan penggemar FSTVLST untuk tidak berdiam diri. Di tengah sing along, beberapa penonton masih sibuk meluapkan kegembiraannya dengan ber-crowd surfing.

“Lagu ini bisa buat loncat-loncat, tak peduli kamu bertato maupun berjilbab. Malam ini lumayan senang karena penonton bisa membaur; ada mbak-mbak cantik berjilbab di antara mas-mas kekar berkumis lebat,” celoteh sang vokalis, Farid Stevy, sebelum mengawali “Tanah Indah untuk Para Terabaikan Rusak dan Ditinggalkan”.

Setelah “Ayun Buai Zaman”, Farid mengajak penonton untuk meluapkan sisa-sisa energi penghabisan. “Saya ingin kalian membuat sejarah dengan bernyanyi paling keras dari yang pernah dilakukan bersama kami. Ora apal ora popo, sing penting mbengok [Enggak hafal enggak apa-apa, yang penting teriak],” katanya.

Sesuai instruksi Farid, massa menyambut lagu pamungkas, “Mati Muda”, dengan koor massal. Saat teman-temannya memainkan instrumen, Farid sibuk membagikan microphone kepada penonton. Dari awal hingga akhir, departemen vokal menjadi milik penonton. Lalu apa yang dilakukan Farid Stevy? Ia turun dari panggung, kemudian berselancar di antara kerumunan manusia. Apik! (Bersambung ke halaman berikutnya)

Terkait

COBAIN PROMO BUY 1 GET 1 DI YOSHI SUSHI Soloevent.id - Masakan jepang nampaknya sudah tidak asing lagi bagi lidah masyarakat Indonesia, warga Solo khususnya. Seperti sama-sama kita ketah...
TEORI SEDANG SIAPKAN ALBUM PERDANANYA     2016 bakal jadi tahun yang menggembirakan bagi Teori. Rencananya, di bulan ketiga, band asal Kota Solo ini akan mengeluarkan a...
THE MONKEY CIRCUS: KALAH DI PARADE BAND, MALAH JADI GUEST ST...   Nama The Monkey Circus pastinya sudah tidak asing bagi telinga para penggemar subkultur Jepang – terutama Japanese band – yang ada di Ko...
3 LAGU PENDIDIKAN YANG PENUH MAKNA Soloevent.id - Pendidikan buat anak sekolah enggak hanya didapatkan dari kelas maupun buku-buku pelajaran. Nilai-nilai pendidikan juga bisa diajar...
NDX DAN SOULJAH BAKAL GOYANG ART FOR CULTURE 2017   Soloevent.id - Siap jejogetan bareng NDX dan Souljah di Art for Culture 2017? Iya, dua grup musik tersebut bakalan menjadi bintang tamu di...