Intip Nih Gaya Fashion dari 5 Era Berbeda

0
103
Foto: fashionsizzle.com

Soloevent.id – Setiap era punya ciri khas fashion masing-masing. Tren fashion dari tahun ke tahun dipengaruhi banyak hal, seperti perkembangan budaya populer, perpolitikan, hingga kemajuan teknologi.

Kali ini Soloevent mau mengajak kamu flashback ke masa-masa yang lalu. Kira-kira dari artikel di bawah ini adakah yang pernah kamu pakai?

Era 1970-an

Foto: fashion-pictures.com

Celana gombrong di bagian bawah (lebih dikenal dengan istilah cut bray), baju bermotif bunga-bunga menjadi gaya fashion era ’70-an. Baju dan celana itu masih terbawa oleh gaya hippies yang ngetren di pertengahantahun ’60-an. Fesyen di awal hingga pertengahan ’70-an terasa simpel sebenarnya, tapi lebih ekspresif.

Menjelang akhir 1970-an, anak-anak mudanya kerap memakai baju-baju dan celana disko yang bagian ujungnya gombroh seperti cut bray. Ada juga yang menggunakan celana pendek ketat/hot pant, sepatu beralas rata, dan tentunya celana komprang. Warnanya pun juga kelihatan ekspresif. Tren ini dipengaruhi oleh film Saturday Night Fever yang dibintangi John Travolta.

Era ’70-an akhir juga melahirkan gaya fashion yang terkesan pemberontak – bagi beberapa orang melihatnya sebagai anak-anak nakal. Yap, ini adalah tren busana punk. Berlandaskan ideologi kebebasan, gaya punk punya ciri-ciri seperti celana jeans robek, jaket kulit hitam, dan rambut spiky.

Era 1980-an

Foto: id.pinterest.com

Besar, tebal, dan cerah. Tahun ‘80-an mungkin merupakan dekade paling acak dari tren fesyen. Rambutnya besar, riasannya tebal, dan pakaiannya cerah!

Yap, tahun ’80-an enggak bisa dilepaskan dari tren tabrak warna antara atasan dan bawahan. Baju dan celana yang digunakan berwarna mencolok (biasa disebut dengan neon color). Aksesoris tambahannya adalah kacamata hitam berbingkai besar yang berwarna cerah, juga kadang memakai anting-anting dan gelang bundar warna-warni.

Satu lagi yang unik dari gaya fashion era ‘80-an adalah munculnya kostum-kostum aerobik/fitnes yang masih menggabungkan tren tabrak gaya. Para wanita sering menggunakan legging sebagai perpaduan outfit celana pendek mereka.

Kalau kamu nonton di TV atau melihat foto-foto orang tua/kakakmu, mungkin kamu bakal menemukan baju atau sweater mereka terlihat kebesaran. Memang di era ini orang-orang senang memakai baju gombroh.

Di era ini, para pekerja kantoran juga punya gaya berbusana bernama Yuppie singakatan dari “young urban professional” atau “young upwardly-mobile professional”. Gaya berbusana Yuppie dikenal dengan pakaian-pakaian kantoran yang rapi dengan aksen minimalis. Tak terkecuali perempuan yang mulai menggunakan jas dipadu rok atau celana panjang dari kain.

Selain itu, orang-orang zaman ini senang memakai bantalan bahu (shoulder pads) buat blouse, blazer, maupun jas. Konon ini dilakukan biar kelihatan tegap dan tinggi.



Era 1990-an

Foto: wardrobeoxygen.com

Seiring booming­-nya music grunge bikin flannel dipakai banyak orang. Vokalis band Nirvana, Kurt Cobain, sering mengenakan flannel saat manggung. Flannel kerap dicocokkan dengan celana jeans robek dan sepatu Converse.

Selain flannel, yang ngetren di era ’90-an adalah celana kodok (overall denim). Buat kamu yang besar di era ini, pastinya tahu dong celana kodok? Mungkin busana berbahan jeans ini pernah jadi favoritmu. Celana kodok adalah busana terusan, dari kaki langsung menyambung ke dada. Saat memakai, dua kancing teratas harus dikaitkan dengan pengait. Celana kodok seringnya digabungkan dengan tshirt.

Outfit lain berbahan jeans adalah denim jaket. Sampai sekarang pun sebenarnya masih banyak yang memakainya. Apalagi saat film Dilan 1990 tayang, denim jaket kembali diminati oleh anak-anak kekinian.

Oh satu lagi, sepertinya pria-pria di era ini kompak memakai tatanan rambut belah tengah. Apakah kamu salah satunya?

Era 2000-an

Foto: theodysseyonline.com

Sudah pernah nonton video klip “Terbang” dari The Fly? Di video itu, B’Jah (vokalis) dan Kin (gitaris) memakai kacamata berlensa warna. Kacamata berbingkai tebal itu dikenal dengan tinted sunglasses. Mungkin biar kelihatan cool, banyak orang memakai kacamata itu.  

Gaya berbusana saat itu dikenal dengan sebutan “Y2K fashion”. Warna-warna monokrom sangat digemari. Perempuan suka memakai atasan berdesain jala, rok kotak dengan ornamen lipatan,  halter top, dan lain-lain. Laki-laki senang mengenakan baju dan celana jeans hiphop gombroh. Celana ¾ juga digemari.

Di Indonesia, tahun awal 2000-an banyak anak muda yang memakai produk-produk clothing line atau distro. Perkembangan distro sangat pesat dan menjadi rujukan utama anak-anak muda buat melengkapi gaya fashion­­-nya.

Di pertengahan era 2000, seiring maraknya band emo, anak-anak muda juga senang berdandan seperti idola. Musik emo yang diidentikkan dengan keputusasaan, bikin mereka berdandan gothic dengan eye shadow, lipstik hitam, dan wajah pucat. Namun, tidak semua anak emo seperti itu, lo. Yang jelas, jika pingin tahu temanmu anak emo atau bukan, ada satu ciri khasnya yaitu rambut panjangnya dibelah pinggir.

Mendekati tahun 2010, tren kembali berubah. Di era ini celana gombroh tidak lagi disukai dan digantikan dengan celana pensil. V-neck juga mulai muncul.

Era 2010 hingga sekarang

Foto: hypebeast.com

Seiring teknologi yang makin berkembang di tahun 2010, bikin orang-orang lebih mudah mengakses teknologi, salah satunya gaya fashion.

Di awal era 2010, banyak anak muda –terutama cewek – yang nge-fans sama K-Pop. Mereka pun mulai meniru para idolanya, seperti memakai streetwear/urban style, lalu kemeja-kemeja lembut berwarna pastel dengan karakter kartun, atau atasan bergaris-garis.

Celana aladin juga ngetren di era ini. Celana longgar di bagian pinggang hingga betis lalu mengecil di bagian bawah  ini memang sekilas terlihat seperti celana Aladin.

Lalu ada juga celana jogger. Biasanya, celana jogger selalu dikombinasikan dengan sneakers, snapback, dan kemeja eye-catching atau t-shirt.

Internet menyababkan anak-anak muda jadi semakin mudah buat mencari referensi berpakaian. Banyak orang pun mulai berani mengekspresikan gaya fashion-nya biar kelihatan cool atau chic dengan berkostum ala anak indie, Hypebeast, hingga hipster.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here