Ini Jawaban Kenapa Orang Luar Negeri Tidak Suka Durian

197

Soloevent.id – Durian adalah jenis buah yang beredar luas di kawasan Asia Tenggara. Dinamai “durian” karena kulit luarnya berbentuk duri yang cukup tajam.

Rasanya yang manis dan enak jadi alasan orang Indonesia mengonsumsinya. Hal itu berkebalikan dengan orang-orang luar negeri. Nah, kali ini, Soloevent mewawancarai enam warga negara asing yang sedang dan pernah tinggal di Indonesia. Kami kepingin tahu kenapa mereka tidak menyukai buah bernama Latin Durio Zibethinus ini.

Narasumber pertama adalah Mike Den Drijver. Pria asal Amsterdam, Belanda, ini ditemui Soloevent saat berkunjung ke Kota Bengawan. Mike tidak menyukai durian karena baunya. “Selain baunya yang mengganggu, saya kurang suka dengan teksturnya,” ungkapnya.

Kemudian ada Alaisdair Davidson. Ia pernah tinggal di Solo dan menjabat sebagai General Manager Alila Solo. Alaisdair mengatakan, “It’s probably one of the only things I don’t eat [Salah satu makananan yang mungkin tidak akan pernah saya makan],” ujar lelaki asal Adelaide, Australia, itu saat dihubungi Soloevent.

Timon Jurisic, mahassiswa Rotterdam University keturunan Kroasia, juga merasakan yang sama. Pernah tinggal di Solo selama empat bulan untuk program riset universitasnya, durian di mata Timon merupakan makanan bau yang tidak bisa dia santap.

Dari enam orang yang diwawancara Soloevent, ternyata tidak semuanya antipati dengan durian. Tiga narasumber lainnya mengatakan suka dengan durian meski awalnya agak terganggu dengan baunya.

Walter Antonio menceritakan suka dengan durian meskipun agak terganggu dengan baunya saat pertama kali mencoba. “Waktu itu saya ditawari teman saya orang Indonesia untuk makan durian. Waktu diajak ke pasar, baunya itu sudah terasa dari jarak 2-3 blok. Karena saya kepo [ingin tahu] jadi saya tetap mau coba dan ternyata rasanya enak,” ungkap pria bongsor asal Meksiko yang pernah belajar seni rupa selama satu tahun di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu.

Martijn Hereijgers, seorang mahasiswa Rotterdam University, punya pengalaman sama dengan Walter. Ia mulanya ragu, tetapi akhirnya terkesan dengan rasanya. Bahkan, menurutnya makan durian merupakan pengalaman tak terlupakan saat berada di Indonesia.



Bau durian yang menyengat juga mengganggu Irene Arson. Setelah mencicipi, mahasiswa tingkat akhir program internasional Universitas Sebelas Maret Surakarta ini jadi menyukainya. “Aku suka teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis,” ujar perempuan asal Madagaskar itu.

Menurut penelitian National Cancer Center dan Duke-NUS Medical School di Singapura, bau durian yang menusuk tersebut berasal dari kandungan belerang. Bahkan, dibandingkan buah lain, senyawa sulfur volatil pada durian lebih banyak.