Di Pesta Partai Barbar, Metalheads Bersuara Soal Pemilu

241

Soloevent.id – Minggu (10/3/2019) sepertinya jadi hari yang membahagiakan buat metalheads di Kota Solo dan sekitarnya. Mereka bisa bersenang-senang lagi bareng Down For Life dan kawan-kawannya di Pesta Partai Barbar.

Jika dilihat dari jumlah pengunjung, Pesta Partai Barbar edisi kelima ini menjadi yang tepadat. Malam itu, sekitar 14 ribu orang (berdasar data registrasi penonton) mendatangi Benteng Vastenburg.

Enggak cuma nonton band, metalheads yang kebanyakan anak muda itu juga diajak buat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu, 17 April 2019 mendatang. Makanya, tema event kali ini adalah “Vote Louder”. “Begitu banyaknya pemilih muda, dan karena anak muda punya peran begitu besar, jadi kami pakai tema itu. Kami tidak mengampanyekan kamu harus memilih pasangan nomor 01 atau 02, tapi  di sini kami mengajak anak muda untuk memilih masa depannya sendiri,” kata vokalis Down For Life, Stephanus Adjie, saat jumpa pers di Halo Solo, Sabtu (9/3/2019).

Konser ini gratis, tetapi sebagai pengganti tiket masuk, penonton wajib menandatangani petisi “100%IN” yang dibikin We the Youth. Petisi anti-golput itu adalah kependekan dari “100% Indonesia Nyoblos”.

Sejalan dengan tema, banyak band yang menyuarakan kegelisahannya tentang Pemilu. Satu di antaranya adalah Seringai. Lewat vokalisnya, Arian13, band asal Jakarta itu mengingatkan kalau enggak hanya Pemilihan Presiden saja yang penting, Pemilihan Legislatif pun sama halnya. Munculnya RUU Permusikan adalah salah satunya.

“Sudah baca draf RUU Permusikan? Sampai saat ini belum dibatalkan. Ini harus dikawal terus sampai dibatalkan,” ucap Arian. Vokalis yang sering tampil dengan bandana itu lalu mengajak metalheads meneriakkan “RUU Permusikan, batalkan”. Setalah orasi itu, Seringai memainkan “Omong Kosong”, “Lagu Ini Tak Sependek Jalan Pikiranmu”, dan “You Suffer” sebuah cover dari Napalm Death.



Lain halnya dengan Jasad. Band yang pernah manggung di dua festival musik metal besar di Eropa tersebut mengingatkan supaya menghindari digitalisasi kebencian. “Apa pun pilihannya harus bersatu demi Indonesia, jangan berantem. Gunakan sosial media untuk bersosial. Pilihan itu keluar dari hati, bukan lewat sosial media,” kata vokalis Jasad, Man.