ARTIS SRUTI RESPATI TAMPIL DI KONSER GAMELAN AKBAR 2014

Konser Gamelan diselenggarakan untuk mengajak bertamasya menghulu ruang memori dan imajinasi yang mendekatkan gamelan dengan masyarakat pemilik sekaligus masyarakat musik dunia. Konser Gamelan adalah serupa “ziarah” budaya (cultural pilgrim) yang bermaksna bagi kreativitas dan persahabatan.  Konser Gamelan juga mengajak masyarakat untuk mengurai kembali ingatan personal maupun kolektif perihal nilai-nilai gamelan. Konser juga menjadi ruang untuk membangun gambaran masa depan gamelan yang lebih dekat dan berarti bagi masyarakat dunia.

Ajang pertunjukan gratis ini bakal menampilkan tanding gending antara dua komposer kenamaan yang dimiliki Kota Solo, Blacius Subono dan Dedek Wahyudi. Berbeda dengan konsep battle dalam tradisi hip hop,mabarung di Bali, dan carok di Banyuwangi yang menyisakan satu pemenang, tanding gending menjadi ajang unjuk kreativitas dan kemampuan teknis bagi dua komposer yang telah malang melintang di pentas musik gamelan ini.

“Dia bilang negaranya sudah punya komunitas gamelan. Dia sempat menyampaikan suatu hari Jawa akan belajar gamelan di sana. Saya amati faktanya gamelan di Solo sendiri dianaktirikan. Solo tanpa eksistensi gamelan sendiri kurang greng jadi Kota Budaya,” tandas inisiator acara ini saat menggelar jumpa pers di Rumah Makan Pak Ndut Kepatihan Kulon, Banjarsari, Solo, Senin (10/2/2014).

Ketua Komunitas Lestari Gamelan, Begog Djoko Winarso, mengatakan dirinya sempat emosi saat salah satu jurnalis seni dan budaya asal Amerika Serikat pamer bahwa di negaranya gamelan sudah bisa menjadi bahan rujukan pembelajaran. Menurutnya, saat ini sudah ada 49 negara bagian di Amerika Serikat yang sudah punya gamelan. Beberapa di antaranya, lanjut Begog, dimainkan pelajar.

Konseptor Pergelaran, Joko S. Gombloh, mengatakan keberadaan komposer gamelan asal Solo menjadi acuan di banyak daerah. Ironisnya, lanjut Gombloh, gamelan sendiri tidak memiliki ruang apresiasi di rumahnya sendiri. Melalui tema Reinventing Gamelan yang diusung konser ini, Gombloh berharap penonton bisa menemukan kembali makna gamelan.

“Lewat konser ini penonton diajak menemukan kembali makna gamelan yang seolah-olah sudah tidak ada. Para apresiator juga diajak berziarah budaya untuk melihat pertunjukan dua komposer besar ini,” urainya.

Dalam satu panggung utama gamelan slendro pelog, masing-masing komposer akan menampilkan tiga komposisi garapannya bersama penyanyi Sruti Respati dan kelompok teater tari Sahita. Dedek Wahyudi bakal menampilkan komposisi Gatra Mutiara, Nusantara Indah, dan Demo Bonang. Sedangkan Blacius Subono akan menampilkan gending klasik, gending yang sempat menjadi branding pariwisata Kota Solo, dan permainan laras slendro pelog bertajuk Lingga-Yoni.

  • Event : Konser Gamelan Akbar 2014 bertema “REINVENTING GAMELAN”
  • Tanggal : Sabtu, 15 Februari 2014
  • Tempat : Kawasan Benteng Vastenburg

Terkait

MENIKMATI KONSER AKHIR PEKAN DI PASSIONVILLE 2016 (BAGIAN 1) Soloevent.id - Suara teduh Adhitia Sofyan yang berbalut petikan gitar akustik menyambut Soloevent setibanya di area parkir selatan The Park Mall S...
DALANG WANITA BERAKSI Ada yang tak biasa dalam pagelaran wayang di Taman Budaya Jawa Tengah kemarin 10/4. pertunjukan wayang yang pada umumnya dipimpin seorang pria yan...
KLENENGAN SELASA LEGEN Darsono bersama teman – teman Panggung Rejo kembali mengisi acara karawitan perempuan Paminto Sih. Acara yang hendak di gelar pada hari Senin , 17...
TITIK AWAL #2 Sebuah pameran seni bertajuk Titik Awal #2: Kaki Kiri Tangan Kanan digelar di Taman Budaya Jawa Tengah pada 5-6 April 2014. Acara yang diprakarsai...
BANJIR PENGHARGAAN DI AKHIR FESTIVAL KETHOPRAK SURAKARTA, SOLOEVENT.CO.ID - Dalam penutupan festival kethoprak menampilkan pementasan kethoprak yang berjudul Satria Piningit yang dipentaskan ol...