5 Hal yang Harus Kamu Lakukan Saat Memotret Konser Musik

KONSER-MUSIK-001


Soloevent.id – Memotret konser musik bisa menjadi pengalaman yang mengasyikkan. Apalagi yang kamu foto adalah musisi idola.


Namun, foto konser adalah jenis fotografi yang gampang-gampang susah, salah satunya berkaitan dengan momen, misal personel band meloncat, penonton crowdsurfing, ekspresi vokalis saat menyanyi, dan lainnya. Momen adalah hal penting untuk membikin fotomu berbicara.


Tulisan berikut bisa kamu jadikan pedoman saat memotret konser musik.


 

1. Pilih gear yang tepat

Lensa tele sangat diperlukan untuk memotret konser musik. Kamu bisa menangkap aksi panggung musisi secara close- up. Tele sangat diperlukan apabila lokasi memotretmu jauh dari panggung.


Kamu bisa juga memakai lensa wide atau kit untuk menampilkan foto personel band secara keseluruhan atau untuk memotret kerumunan penonton.


Kalau punya dua body kamera (DSLR), kamu bisa membawanya untuk meminimalkan penggantian lensa. Jangan lupa juga bawa tas plastik atau benda kedap air biar kameramu terjaga dari air hujan, karena biasanya konser berlangsung di outdoor.


 

2. Gunakan pengaturan kamera yang sesuai dengan kondisi panggung

Umumnya, dalam sebuah konser besar, tata cahaya sering berubah cepat dan sangat keras ( ini biasa terjadi saat konser rock). Ubah kameramu dalam mode manual, TV, atau AV untuk mengamankan jepretanmu, plus gunakan auto white balance (AWB).


Amannya, posisikan shutter 1/100 ke atas, aperture di angka terkecil, dan gunakan ISO minimal 800.


 

3. Cari referensi penampilan musisi yang akan difoto

Beberapa band kerap menyuguhkan aksi panggung ciamik dan bikin gimmick menarik. Biar tak kelewatan momen, kamu bisa buka YouTube atau cari foto-foto live perform mereka sebagai referensi. Walau tampil di tempat beda, biasanya musisi kerap mengulangi aksi panggung serupa.


Kamu juga bisa mendengarkan lagu mereka sebelum memotret biar bisa merasakan aura musisi tersebut. Ingat juga, ya, saat memotret mereka usahakan dengarkan ketukan atau dinamika lagunya. Karena ada saat di mana beat meninggi, mereka meloncat atau melakukan atraksi lain.


 

4. Patuhi peraturan panitia

Ada beberapa konser musik yang tidak memperbolehkan pengunjung membawa kamera profesional – kecuali kamu fotografer resmi panitia/media/telah mendapatkan akses.


Apabila kamu memotret di dalam barikade (depan bibir panggung), tanyakan ke panitia apakah ada peraturan hanya boleh memotret di tiga lagu awal. Beberapa konser – terutama musisi luar negeri – kerap menggunakan peraturan ini.


Dan ingat juga, tidak semua musisi suka difoto menggunakan flash.


 

5. Jaga kenyamanan

Keasyikan memotret kadang suka membikin lupa kondisi. Misalnya menghalang-halangi pandangan penonton lainnya – ini bisa menjadi pemicu pertengkaran. Jika tak memperhitungkan kondisi, kamu bahkan bisa membuat si musisi bad mood.


Kamu juga wajib tahu di konser apa kamu memotret. Jika kamu memotret di konser orkestra, kamu tidak boleh “memberondong” jepretan.


Oh, iya, biasakan memakai baju hitam saat memotret konser. Ini biar kamu tidak kelihatan mencolok.


 

Nah, itu tadi 5 tips memotret konser musik. Tambahan: biar tidak monoton, saat memfoto musisi kamu bisa melakukan eksplorasi menggunakan lighting, penonton, atau benda lain. Satu lagi yang harus kamu ketahui, dalam fotografi konser ada peraturan tidak tertulis yaitu don’t forget the drummer. Ya, mungkin karena letaknya paling belakang dan dalam posisi duduk, fotografer jadi sering melupakannya. Padahal ekspresi dan aksi drummer juga sayang untuk dilewatkan.


 

Foto: dokumentasi Soloevent